Berita

Foto: Net

Politik

Antrean Sembako Membludak, Presiden Jokowi Harusnya Malu

JUMAT, 04 MEI 2018 | 10:27 WIB | LAPORAN:

Presiden Jokowi seharusnya malu dengan masih membludaknya masyarakat miskin yang ikut antre sembako. Ini menunjukkan negara Indonesia dalam kondisi krisis ekonomi dan jumlah penduduk miskin semakin banyak.

"Banyaknya kelompok masyarakat yang ikut antre mendapatkan pembagian dua liter beras dan beberapa mi instan seperti yang terjadi di Monas hari Sabtu lalu, menunjukkan kondisi ekonomi masyarakat turun drastis. Apalagi sampai ada anak  masyarakat yang ikut antre meninggal dunia," kata Ketua Umum Himpunan Masyarakat Profesional Muslim Alumni Universitas Indonesia yang tergabung dalam Solidartitas Muslim Alumni (Solusi) UI, Sabrun Jamil, dalam keterangan tertulis.

Untuk menutup rasa bersalah dan berdosanya, menurut dia, sudah sepantasnya Presiden Jokowi mendatangi keluarga korban. Tujuannya memberi dukungan mental dan moral serta bantuan ekonomi, termasuk perlindungan hukum.


Sedangkan kepada aparat penegak hukum, Sabrun Jamil berpesan, tidak mengambil kesimpulan sendiri sebelum mendapatkan hasil pemeriksaan medis. Apapun penyebab dari kematian tersebut bukan berdasarkan asumsi atau common sense.

"Jangan sampai karena ingin melindungi kelompok tertentu, menghalangi kebenaran dan membuat kesimpulan sendiri tanpa pemeriksaan medis. Padahal orang tua si anak sudah memberikan kesaksian bahwa anaknya meninggalkan akibat ikut antre bukan karena sakit," ujarnya.  

Sebaliknya, jika pihak panitia penyelenggaraan pembagian sembako lalai sehingga timbul korban nyawa, maka aparat penegak hukum harus segera memeriksa dan meminta pertanggungjawaban pihak panitia.

"Dari manapun ketua panitia itu berasal, hukum harus ditegakkan dengan adil, bukan sebaliknya," tegas Sabrun Jamil.[wid]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya