Berita

Joko Widodo/Net

Politik

Presiden Jangan Lindungi Satu Kelompok Saja

JUMAT, 04 MEI 2018 | 07:59 WIB | LAPORAN:

Sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Presiden Jokowi bertanggung jawab sekaligus berkewajiban melindungi keselamatan seluruh rakyat Indonesia, baik yang menolak maupun yang mendukung gerakan ganti presiden.

Hal ini disampaikan Ketua Umum Himpunan Masyarakat Profesional Muslim Alumni Universitas Indonesia yang tergabung dalam Solusi UI (Solidartitas Muslim Alumni UI), Sabrun Jamil, menanggapi terkait kasus yang terjadi pada acara car free day (CFD) hari Minggu, 29 April lalu.

Menurut dia, apabila dalam suatu tempat terdapat dua kelompok masyarakat yang berbeda pandangan politik, pemerintahan Jokowi harusnya membuat skat sehingga satu sama lain tidak bertemu. Sehingga, tidak ada satu anggota masyarakat pun yang terluka apalagi jatuh korban.


"Sudah seharusnya Presiden melalui aparat keamanan menjaga dan memisahkan dua kelompok masyarakat tersebut sehingga tidak terjadi gesekan atau konflik fisik," kata Sabrun Jamil, dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Rabu (3/5) malam.

Bukan sebaliknya, membiarkan dua kelompok masyarakat yang berbeda pilihan politik ini dipertemukan atau malah kelompok masyarakat yang satu dilindungi yang satu dibiarkan.

"Presiden jangan hanya melindungi satu kelompok masyarakat, terutama yang mendukung dirinya. Jangan ada pilih kasih dalam melindungi rakyat," tegas Sabrun Jamil.

Ia juga meminta aparat kepolisian bersikap profesional dalam menjaga keamanan dan menegakkan hukum dengan seadil-adilnya. Dia berharap penegak hukum tidak masuk atau tidak  terpengaruh dalam sandiwara atau skenario yang dibuat kelompok tertentu.

"Kami berharap pihak aparat keamanan bersikap profesional dan independen bukan mengikuti skenario kelompok-kelompok tertentu yang sedang dekat dengan penguasa," tegas Sabrun Jamil.

Apalagi bila kelompok masyarakat tersebut melakukan fitnah kepada kelompok yang berbeda pandangan dan pilihan politiknya dengan tuduhan melakukan tindakan pelecehan.

"Padahal dari berbagai tayangan yang diungkap netizen, terlihat adanya adanya kelompok tertentu yang berpura pura menjadi kelompok lawan kemudian beracting dengan melakukan tindakan yang tidak terpuji untuk menjelek-jelekan kelompok lawan politiknya," tandasnya. [ian]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya