Berita

Politik

Gerakan #AksiNyataUntukIndonesia Kecam Insiden CFD

JUMAT, 04 MEI 2018 | 00:38 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Sejumlah organisasi masyarakat (Ormas), komunitas dan aktivis mendeklarasikan gerakan #AksiNyataUntukIndonesia di sebuah hotel di kawasan Keramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (3/5).

Ormas tersebut antara lain dari Front Pemuda Islam Indonesia (FPII), Forum Aktivis Jakarta (Fajar) dan sejumlah organisasi mahasiswa dan pemuda kedaerahan.

Deklarasi gerakan #AksiNyataUntukIndonesia ini menyoroti insiden di Car Free Day (CFD) di kawasan Sudirman-MH Thamrin, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.


Kegiatan CFD yang seharusnya dimanfaatkan untuk kepentingan lingkungan hidup, olah raga, seni dan budaya di kawasan Bunderan Hotel Indonesia diwarnai dengan kegiatan bernuansa politik dan kampanye Pilpres.

Jurubicara #AksiNyataUntukIndonesia M. Adnan mengatakan kegiatan ini sejak awal bertentangan dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 12/2016 tentang Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau CFD.

Gerakan #AksiNyataUntukIndonesia mengecam insiden di CFD tersebut dan mendukung aparat untuk melakukan penegakan hukum.

"Sekelompok orang dengan kaos #GantiPresiden2019 dalam kegiatan tersebut melakukan perilaku diskriminasi, intimidasi dan persekusi terhadap kelompok yang berseberangan pendapat," tegas Adnan dalam deklarasi dan  konferensi pers.

Bukan hanya orang dewasa, seorang ibu dan anaknya yang melintas Bunderan HI menggunakan kaos #DiaSibukKerja pun ikut menjadi korban perilaku primitif yang sama sekali tidak mencerminkan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.

"Untuk itu kami mengajak kepada seluruh rakyat Indonesia yang tergerak hatinya untuk menciptakan demokrasi yang bermartabat sesuai dengan nilai-nilai Pancasila," ujar Adnan.

Gerakan #AksiNyataUntukIndonesia juga mengajak untuk saling menghargai hak asasi dan perbedaan pandangan antar anak bangsa dengan tidak mendiskriminasi dan menyudutkan salah satu kelompok atau golongan manapun.

"Terakhir, mari kita melakukan refleksi untuk mengembalikan nilai-nilai luhur dan budaya bangsa sesuai dengan Pancasila di tengah derasnya arus globalisasi," ungkap Adnan.

Ditambahkannya, gerakan ini didukung oleh para tokoh yang prihatin atas insiden di CFD antara lain, Jimly Asshiddiqie (Ketua Umum ICMI), J Kristiadi (peneliti CSIS), Bambang DH (mantan Walikota Surabaya), Marlina Irwanti (Anggota DPR RI), Agus Hari Hadi (akademisi), Nevi Marlina (pengusaha/aktivis), dan KH. Ahmad Bagdja (tokoh agama).

"Sampai saat ini sudah lebih dari 200 komunitas, ormas dan perorangan yang memberikan dukungan pada gerakan #AksiNyataUntukIndonesia. Tentu saja ini hal yang baik bahwa intimidasi dan persekusi karena perbedaan pandangan dalam politik adalah keprihatinan bersama yang harus dilawan bersama-sama," demikian Adnan. [rus]

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

KPK Sita Rp106,3 Miliar dari OTT BPN, Uang Disimpan di Rumah Tangan Kanan Nusron

Selasa, 15 September 2026 | 20:26

Bapera Hormati Proses Hukum Fahd A Rafiq

Selasa, 15 September 2026 | 20:24

Homecoming Festival IKA Unpad 2026 Jahit Harmoni Lintas Generasi

Selasa, 15 September 2026 | 20:11

BNI-Pajakind Integrasikan Layanan Perbankan-Perpajakan Digital untuk UMKM

Selasa, 15 September 2026 | 20:06

Ini Identitas 19 Orang Terjaring OTT KPK di Kasus Kementerian ATR/BPN

Selasa, 15 September 2026 | 20:06

KPK Tahan 8 Tersangka Kasus Suap ATR/BPN, Tangan Kanan Nusron hingga Bos Summarecon

Selasa, 15 September 2026 | 19:58

UOB: Indonesia Punya Tameng Hadapi Guncangan Global, Apa Itu?

Selasa, 15 September 2026 | 19:37

KUHP-KUHAP Baru Perkuat Peran Advokat Dampingi Klien

Selasa, 15 September 2026 | 19:28

Purbaya Terlempar dari Kabinet Diduga Gegara Whoosh

Selasa, 15 September 2026 | 19:17

Pejabat ATR/BPN Terjaring OTT KPK, Wamen Ossy Minta Publik Tak Berspekulasi

Selasa, 15 September 2026 | 19:01

Selengkapnya