Berita

Fadli Zon/RMOL

Politik

Usulan Pansus TKA Baru Diteken 8 Orang

KAMIS, 03 MEI 2018 | 22:54 WIB | LAPORAN:

Usulan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket tentang Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok ternyata belum banyak direspons para politisi Senayan.

Sampai kemarin, yang menandatangani usulan tersebut baru delapan orang.

Meski begitu, Wakil Ketua DPR Fadli Zon, sebagai inisiator usulan tersebut, tetap pede. Dia yakin, saat memasuki masa persidangan sebelum Ramadan nanti, yang ikut meneken usulan akan bertambah signifikan, sehingga memenuhi syarat untuk dibawa di Rapat Paripurna.


"Sekarang kan masih dalam masa reses, belum terkumpul. Namun, saya yakin akan terpenuhi syarat minimal 25 orang dari lebih dari satu fraksi," ujar pentolan Partai Gerindra ini dalam acara Dialektika Demokrasi bertema "Adu Kuat Pansus Angket TKA" di Ruang Pers Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (3/5).

Saat ini, usulan Pansus sudah ditandatangani oleh para anggota Dewan dari dua fraksi, yaitu Gerindra dan PKS. Setelah reses nanti, Fadli dan anggota dewan yang sehaluan akan menyebarkan lembaran usulan untuk ditandatangani para anggota lain. Fadli yakin, anggota DPR dari fraksi lain akan turut menandatangani.

Fadli merasa, pembentukan Pansus hal yang wajar bagi DPR dalam menggunakan haknya. Menurutnya, Pansus Hak Angket adalah solusi untuk menyelidiki masalah isu membanjirnya TKA asal China ke Indonesia selama ini.

"Ini bukan persoalan oposisi atau dukungan ke pemerintah. Ini adalah persoalan bangsa yang menyangkut kedaulatan Indonesia, yang tidak boleh regret (menyesal) di satu hari nanti karena tidak mengoreksi ini," ucapnya.

"Jangan sampai seperti negara lain, begitu banyak masuk orang dan kemudian menjadi masalah sosial, budaya, dan politik serta bisa memicu konflik yang tidak perlu," tambahnya.

Namun Fadli tidak menjelaskan negara lain apa yang dimaksudnya.[dem]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya