Berita

Prabowo Subianto/Net

Politik

Elektabilitas Prabowo Rendah Karena Belum Umumkan Cawapres

KAMIS, 03 MEI 2018 | 21:17 WIB | LAPORAN:

Rendahnya tingkat elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto dinilai akibat dari belum diumumkannya komposisi pasangan calon wakil presiden dan menteri kabinet jika nanti dia berkuasa.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (DPP PKS), Mardani Ali Sera mengatakan, hal itu jugalah yang menyebabkan Presiden PKS, Sohibul Iman terus mendesak Partai Gerindra untuk segera mengumumkan komposisinya.

"Pak Sohibul Iman agak keras terhadap teman-teman Gerindra segera mendeklarasikan Capres dan Cawapresnya," kata Mardani di Kantor Indikator Politik, Jalan Cikini V, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (3/5).


Dia yakin, jika sudah diumumkan, maka elektabilitas Prabowo yang tadinya terpaut jauh dengan Jokowi bakalan meroket.

Bahkan, Prabowo juga diprediksi bakal menang. Hal itu terbukti ketika PKS menentukan pilihan mendukung Prabowo, tingkat elektabilitasnya makin meningkat ketimbang Partai Amanat Nasional (PAN) yang sampai sekarang tak kunjung menentukan pilihan.

Diketahui, koalisi partai pendukung Prabowo memang lebih kecil jumlahnya. Namun, untuk meraih kemenangan, pihaknya tak butuh koalisi yang "besar". Sebab, pihaknya menganggap koalisi besar justru menjadi beban ketimbang aset.

"Karena itu, PKS berharap ke Gerindra segera mendeklrasikan. Dengan demikian, karena sekuat Pak Prabowo, gapnya (dengan Jokowi) sangat besar. Karena begini, Pak Prabowo penantang, Pak Jokowi sudah petahana, karena itu yang segera diinginkan PKS adalah bekerja, set up tim. Kalau boleh line up diumumkan, bukan hanya cawapres, tapi 10 menteri utama diumumkan. Sehingga masyarakat tak membeli kucing dalam karung," jelasnya.

Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia merilis hasil jajak pendapat mereka. Pada simulasi dua nama dengan Jokowi, Prabowo kalah telak dengan hanya dipilih oleh 29 persen suara responden. Sementara Jokowi memang dengan 60,6 persen responden yang memilih. [sam]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya