Berita

Politik

Indikator Politik: Ketinggalan 31 Persen, Prabowo Masih Punya Harapan

KAMIS, 03 MEI 2018 | 16:43 WIB | LAPORAN:

. Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia menggelar jajak pendapat melalui beberapa simulasi untuk mengukur elektabilitas para tokoh yang akan berlaga di Pilpres 2019.

Survei yang melibatkan 1200 responden digelar selama 25-31 Maret 2018. Para responden diwawancara dengan metode tatap muka. Margin of error kurang lebih 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, menjelaskan jajak pendapat yang dilakukannya menggunakan beberapa simulasi. Yaitu, simulasi semi terbuka capres, simulasi empat nama, simulasi tiga nama, dan simulasi dua nama.


Simulasi dua nama dilakukan dengan menyandingkan petahana Joko Widodo (Jokowi) dengan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

"Di situ Pak Jokowi memperoleh 60,6 persen dan Pak Prabowo memperoleh 29 persen," kata Burhanuddin dalam konferensi pers di kantornya, kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (3/5).

Hasil survei juga menunjukkan 10,4 persen responden menjawab tidak tahu atau tidak memberi jawaban.

"Head to head dua calon terkuat, jarak (Prabowo) kepada Jokowi sekitar 31 persen," tekannya.

Meski begitu, menurut dia masih ada waktu satu tahun ke depan bagi Prabowo untuk mengejar ketertinggalan elektabilitas dari Jokowi.

"Apalagi survei dilakukan sebelum Gerindra memberi mandat bagi Pak Prabowo untuk nyapres dan sebelum ribuan buruh memberikan dukungan untuk Pak Prabowo," ucapnya. [ald]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya