Berita

Foto:Net

Advertorial

Sarana Dan Prasarana Asian Games Sudah 90 Persen, Ditargetkan Selesai Juni

KAMIS, 03 MEI 2018 | 01:12 WIB | LAPORAN:

. Secara keseluruhan progres persiapan 76 venue untuk kompetisi maupun latihan serta 14 non venue yang akan digunakan dalam ajang olahraga terbesar di Asia yakni Asian Games ke-18 sudah mencapai 90,53 persen atau lebih tinggi dari awal rencana awal sebesar 89,3 persen.

Ditargetkan seluruh sarana dan prasarana Asian Games akan selesai pada bulan Juni 2018.

Demikian disampaikan Menteri Pekerjaaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono selaku Ketua Pelaksana Bidang Sarana dan Prasarana Inasgoc yang diwakili oleh Dirjen Cipta Karya Sri Hartoyo pada acara Ngobrol Tempo dengan tema "Road to 18th Asian Games 2018" di Jakarta, Rabu (2/5).


Turut hadir narasumber lainnya adalah Kapolri Tito Karnavian, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Gubernur Sumatera Selatan Alex Nurdin, Ketua Inasgoc Erick Tohir dan Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Hukum dan Reformasi Birokrasi Kementerian Perhubungan Umar Aris.

"Seperti yang sering disampaikan oleh Bapak Wapres bahwa sukses Asian Games pada intinya ada tiga yakni sukses penyediaan venue atau infrastruktur, kedua sukses penyelenggaraan, dan ketiga sukses prestasi," ujarnya dalam keterang tertulis Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR.

Ditambahkan Sri Hartoyo pekerjaan yang saat ini tengah diselesaikan adalah pembangunan dan renovasi venue yang merupakan tugas tambahan dan penyesuaian fasilitas difabel seperti lift dan ukuran kamar di wisma atlet Kemayoran dan diharapkan sudah selesai semuanya pada bulan Juni.

Selanjutnya, Sri Hartoyo juga menyampaikan renovasi venue di Gelora Bung Karno (GBK) yang dikerjakan tahun 2017 sudah selesai 100 persen. Pada tahun 2018 di komplek GBK dilakukan pekerjaan venue Squash yang baru diputuskan Desember 2017 dengan progres sudah 20 persen. Selain itu juga tengah dilakukan penataan kawasan GBK, pembangunan dua gedung parkir tiga lantai di kawasan Parkir Timur dengan kapasitasnya 1.000 mobil.

Renovasi komplek olahraga di GBK juga bertujuan sebagai percontohan green building dan kawasan hijau dalam meningkatkan kualitas ruang publik Kota Jakarta. Salah satunya pemasangan solar panel di Stadion GBK yang menghasilkan 1,5 MW dan pembangunan cofftea house yang bisa digunakan untuk masyarakat.

Demikian halnya dengan pembangunan venue Layar dan Jetski di Pantai Ancol dan Padepokan Silat oleh Kementerian PUPR di kawasan Taman Mini Indonesia Indah ditargetkan selesai bulan Juni 2018.  Pembangunan dan renovasi venue tidak hanya dilakukan oleh Kementerian PUPR tetapi juga oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Pemerintah Provinsi Sumsel dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Kementerian PUPR mendukung pemerintah DKI Jakarta untuk penyelesaian venue Velodrome, Equestrian Park dan Baseball yang ada di Rawamangun. Progresnya sesuai dengan hasil kunjungan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada minggu lalu dilaporkan bahwa akan selesai seluruhnya pada bulan Juni 2018.

Sementara itu Ketua Indonesian Asian Games Organizing Comittee (INASGOC) Erick Thorir menyampaikan bahwa perhelatan Asian Games 2018 tinggal 107 hari lagi. Asian Games 2018 juga menjadi multievent besar yang melibatkan 45 negara, menghadirkan 15.000 atlet dan official dan diliput 5.000 media.

"Event akbar olahraga ini berdampak baik bagi Indonesia. Pertama adalah dampak ekonomi seperti meningkatnya sektor pariwisata, menambah lapangan kerja dan investasi. Kedua, dapat membangun karakter bangsa dengan disiplin dan bersih tanpa sampah. Ketiga adalah citra Indonesia di mata internasional, karena banyak media yang akan meliput Asian Games dan keempat adalah legacy karena infrastruktur yang dibangun bermanfaat untuk sekarang dan masa depan," pungkas Erick. [rus/***]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya