Berita

Febri Diansyah/RMOL

Hukum

KPK Sidik Duit Haram KTP El Untuk Kegiatan Golkar Di Jateng

RABU, 02 MEI 2018 | 22:24 WIB | LAPORAN:

. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah menyelidiki dugaan aliran dana haram hasil proyek pengadaan KTP elektronik untuk membiayai kegiatan Partai Golkar di Jawa Tengah.

"Kami mendalami dugaan aliran dana untuk pembiayaan kegiatan di sana," kata Jurubicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (2/5).

Penyelidikan dilakukan atas informasi yang diperoleh lembaga anti rasuah dari M. Iqbal Wibisono dan Bambang Eko Suratmoko. Saat duit haram KTP el digunakan untuk kegiatan Partai Golkar di Jateng pada tahun 2012 itu, keduanya masing-masing menjabat Ketua Harian DPD dan Bendahara DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Tengah.


Febri mengakui informasi dari Iqbal dan Eko Suratmoko merupakan keterangan baru yang diperoleh penyidik KPK.

"Kemarin kami mendapatkan satu fakta baru yang belum muncul di persidangan Irman, Sugiharto maupun Setya Novanto ketika kita memeriksa dua pengurus partai politik di DPD Jateng ya daerah," ujarnya di Gedung KPK,

Febri menjelaskan pendalam penyidik diantaranya untuk mengetahui siapa pihak yang bertanggung jawab atas aliran dana tersebut.

"Mendalami lebih lanjut siapa pihak-pihak yang memiliki pengaruh sehingga ada indikasi aliran dana kesana," tukasnya.

Sebelumnya, M. Iqbal Wibisono dan Bambang Eko diperiksa KPK di hari berbeda. Iqbal diperiksa hari Kamis (26/4) sementara Bambang Eko Suratmoko diperikasa pada Jumat (27/4). Keduanya sama-sama diperiksa untuk tersangka kasus korupsi KTP-el, Irvanto Hendra Pambudi.[dem]

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK-PPATK Diminta Pastikan Harta AHY dan Ibas dari Sumber Halal

Senin, 06 Juli 2026 | 17:38

UPDATE

Rayakan HUT Perusahaan Lewat Santunan Anak Yatim

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:59

Polisi Geledah Rumah terkait Kasus Dugaan Korupsi Kejagung, 74 Kg Emas Diamankan

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:40

Ketahanan Energi Indonesia Masih Pincang Tanpa Ada Cadangan Strategis

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:12

Polisi Geledah 12 Titik Kasus Korupsi, Rumah Mewah Jampidsus Tidak Termasuk

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:50

Peradi Profesional Catat Rekor Kerja Sama dengan 112 Perguruan Tinggi

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:45

IPW Dukung Polri Usut Dugaan Korupsi di Lingkungan Kejagung

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:26

Yogyakarta dan Takdir Dirgantara

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:01

Kritik terhadap Pemerintah Bagian dalam Kehidupan Demokrasi

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:41

Pertamina Berdayakan Difabel Kampung Rajut Inspirasi Green Warrior Bandung

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:18

Polisi Sita Uang Miliaran Rupiah Usai Geledah Kafe dan Money Changer di Cipete

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:14

Selengkapnya