Berita

Macron danTrump/Net

Dunia

Sempat Dikabarkan Hilang, Begini Nasib Pohon Ek Hadiah Dari Presiden Perancis

SELASA, 01 MEI 2018 | 13:36 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pohon ek pemberian Presiden Perancis Emmanuel Macron untuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang sempat menghilang dari halaman Gedung Putih pekan lalu akhirnya jelas keberadaannya.

Pohon itu saat ini berada di karantina.

Pohon itu diketahui hilang setelah fotografer Reuters menemukan bahwa pohon yang ditanam bersama pekan lalu tidak lagi berada di tempatnya.


Tak lama setelah kabar tersebut, duta besar Perancis untuk Amerika Serikat Gerard Araud, mengatakan hilangnya pohon itu hanya sementara.

"Ini adalah karantina yang wajib bagi setiap organisme hidup yang diimpor ke Amerika Serikat. Itu akan ditanam kembali sesudahnya," kata Araud seperti dimuat CNN.

Araud mengatakan akarnya tertutup dalam perlindungan plastik dan tetap diisolasi dengan hati-hati.

Sementara itu juru bicara First Lady Amerika Serikat, Stephanie Grisham, yang mengkoordinasikan aspek seremonial kunjungan Macron, mengatakan bahwa pohon memang sudah direncanakan untuk dikarantina pasca penanaman simbolis bersama.

Menurut peraturan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan Amerika Serikat, semua tanaman yang dibawa ke negara itu harus dinyatakan dan diperiksa oleh spesialis pertanian.

Pohon itu sendiri adalah pohon ek Eropa. Pohon itu adalah hadiah dari Presiden Perancis dan berasal dari Belleau Wood, sebuah landmark bersejarah keterlibatan Amerika dalam Perang Dunia I. [mel]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

Bandit Keuangan Terorganisir

Minggu, 20 September 2026 | 00:02

Perjuangkan Hak Retaker, Willy Aditya: Republik Berdiri dari Tangan Dokter

Sabtu, 19 September 2026 | 23:58

Kemenkeu Tahan SAL Rp200 Triliun di Bank Hingga Juli 2027

Sabtu, 19 September 2026 | 23:32

KSAD Siapkan Helikopter Mi-35M Buatan Rusia untuk Misi Kemanusiaan di Papua

Sabtu, 19 September 2026 | 23:21

Disorot Publik, Nusron Wahid Ternyata Sudah Mundur dari Pengurus Golkar

Sabtu, 19 September 2026 | 22:47

Sektor Pariwisata RI Stagnan, Indonesia Kalah Cepat dari Vietnam

Sabtu, 19 September 2026 | 22:34

Kopasgat dan Satgas Habema Tangkap Pentolan OPM Abdon Kisamdu

Sabtu, 19 September 2026 | 21:56

PP IPA Dukung Prabowo Gratiskan Biaya Pendidikan SD hingga Universitas Negeri

Sabtu, 19 September 2026 | 21:37

Selebgram Jule Tak Jadi Tersangka Meski Konsumsi Etomidate, Ini Penjelasan Polisi

Sabtu, 19 September 2026 | 21:31

Bongkar Praktik Shadow Economy WNA di Bali, Hotel Lokal Terancam Kalah Saing

Sabtu, 19 September 2026 | 20:31

Selengkapnya