Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

PBB: Perubahan Iklim Butuh Tindakan Dramatis Serentak

SELASA, 01 MEI 2018 | 10:18 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

PBB meminta negara-negara di dunia untuk melipatgandakan upaya dan mengambil tindakan dramatis untuk menghentikan pemanasan global sebelum terlambat.

Permohonan itu dibuat pada awal pekan ini saat perwakilan dari hampir 200 negara berkumpul di kota Bonn di Jerman barat selama 12 hari pembicaraan teknis yang fokus pada operasi manual untuk pakta iklim Paris 2015.

Kesepakatan ini bertujuan untuk membatasi pemanasan global jauh di bawah dua derajat Celcius di atas tingkat pra-industri, dan 1,5 derajat Celsius jika memungkinkan.


"Jendela waktu kami untuk mengatasi perubahan iklim ditutup sangat cepat," kata kepala iklim PBB Patricia Espinosa kepada wartawan pada konferensi pers.

"Kami harus secara dramatis meningkatkan ambisi kami," sambungnya seperti dimuat Press TV.

Laporan menyatakan bahwa janji nasional untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, sebagaimana diatur dalam perjanjian Paris, jatuh jauh dari target dan akan menghasilkan suhu global 3 derajat celcius yang dikatakan para ilmuwan akan membebani struktur peradaban manusia.

"Kenaikan sebesar ini akan sangat tidak stabil," tambah Espinosa.
"Kami tidak bisa membiarkan ini terjadi," tambahnya.

Pertemuan Bonn diadakan dari 30 April hingga 10 Mei, dengan peserta yang sadar akan kebutuhan untuk membangun jembatan antara proses politik dan ekonomi global serta mulai beralih dari bahan bakar fosil ke energi terbarukan dan rendah karbon. [mel]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya