Berita

Foto: Ist

Bisnis

PBNU Gandeng LPDB Luncurkan Pilot Project Pengembangan Ekonomi Umat

SENIN, 30 APRIL 2018 | 23:54 WIB | LAPORAN:

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menggandeng Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Syariah  me-launching pilot project pengembangan ekonomi keumatan di Provinsi Lampung dan Bengkulu.

Ketua PBNU Bidang ekonomi, Umarsyah menyatakan, sebagian besar warga nahdliyin bermata pencaharian di bidan pertanian, nelayan dan perkebunan.

Nah, masalah menurut pendataan PBNU adalah lambatnya para pelaku usaha di akar rumut untuk merespons perkembangan dinamika ekonomi baik dari aspek teknologi penunjang usaha termasuk regulasi yang berkembang sedemikian cepat.


"Lambatnya respons para pelaku usaha di akar rumput itu berakibat terhadap penurunan pendapatan sehingga daya belinya juga menurun," kata Umarsyah di Gedung PBNU lantai 5 Jalan Kramat Raya, Senin (30/4).

Dia mencontohkan, petani di akar rumput mulai dari pembibitan dan teknologi penunjang jauh tertinggal dari para pelaku pertanian lainnya.

"Atas dasar itulah, PBNU berinisiatif membentuk tim untuk membuat pilot project pengembangan ekonomi umat di 11 kelompok badan usaha yang ada di Lampung dan Bengkulu," sambungnya.  

PBNU berpandangan warga nahdliyin yang memiliki badan usaha seperti  koperasi, UMKM, dan para pelaku usaha didekatkan dengan program pembiayaan yang telah disediakan oleh pemerintah, salah satunya adalah LPDB .

"Kita bentuk tim untuk membina masyarakat mulai dari bibit pupuk, traktor bahkan subsidi yang ada dari pemerintah kita upayakan menyasar warga nahdliyin. Warga kita banyak yang bekerja di ruang hulu jadi harus dibina dengan tim besar dari Kementerian Pertanian, pabrik pupuk pabrik bibit asuransi dan LPDB salah satunya,” jelas Umarsyah.

PBNU, kata dia, saat ini sedang menyiapkan rencana strategis pembangunan ekonomi umat dari hulu hingga hilir. Sehingga dengan perencanaan dan pelibatan pihak-pihak secara integratif maka basis produksi yang melibatkan warga nahdliyin di akar rumput akan menyentuh di level industri.

Sementara itu, kepala divisi LPDB Syariah Saefudin menyatakan, pihaknya siap memfasilitasi koperasi binaan PBNU dengan mengucurkan bantuan permodalan.

Saefudin memastikan LPDB akan sangat membantu para pelaku usaha di akar rumput karena bunga pinjaman sangat kecil. Dengan bunga yag kecil ia berharap ekonomi masyarakat tumbuh pesat da berdampak pada ekonomi nasional.

Selain itu, Saefudin menilai gagasan PBNU untuk mendekatkan masyarakat /koperasi melalui jaringannya di seluruh wilayah yang ada di Indonesia sangat bagus dan pastinya akan sangat membantu untuk LPDB menyalurkan dana pembiayaan kepada masyarakat lebih luas

"LPDB adalah lembaga permodalan yang sengaja dibentuk untuk menstimulus  pelaku usaha arus bawah (UMKM) dengan  memberikan permodalan dengan bunga yang rendah dengan harapan ekonomi masyarakat bergeliat tumbuh,” tandasnya.

Sekadar diketahui, tahun ini LPDB syariag memiliki dana pinjaman senilai Rp 450 miliar dari total dana senilai 1,2 trilun. Dana tersebut akan diberikan kepada Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah (KSPPS), Unit Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah (USPPS) dan unit usaha syaria lainnya.

Dalam acara itu hadir langsung perwakilan koperasi dari provinsi Lampung dan Bengkulu. [sam]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Kampus Demokrasi Obama

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:54

Presiden Prabowo Kemudikan Kapal Indonesia Menuju Ekonomi Pancasila

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:36

Merekonstruksi Ulang Konsolidasi Kebangsaan

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:18

Keberadaan DSI Perlu Dievaluasi Ulang dalam Tata Niaga Sawit

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:59

Usaha Jufriyah Terus Keruk Cuan Bersama BRI

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:34

Perdamaian AS-Iran Tanpa Israel

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:16

Turnamen Tenis Meja Masduki Cup 2026 Mengukir Asa Menuju Pentas Dunia

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:55

BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Berbagai Solusi Finansial

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:35

Koperasi Menjaga Keseimbangan

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:15

Gaya Hidup Sehat dan Kebersamaan Harus jadi Kebutuhan

Selasa, 23 Juni 2026 | 02:55

Selengkapnya