Berita

Foto/Istimewa

Nusantara

Ini Alasan Pemuda Katolik Harus Jaga NKRI

SENIN, 30 APRIL 2018 | 19:25 WIB | LAPORAN:

Pemuda Katolik (PK) harus menjadi penjaga utama ikatan tak terputus NKRI. Mengingat Tahta Suci (Vatikan) termasuk negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia pada tahun 1947.

Demikian ditegaskan oleh AM Putut Prabantoro, Ketua Presidium Bidang Komunikasi Politik Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) kepada para peserta Kursus Kepemimpinan Lanjut (KKL) Pemuda Katolik di Denpasar, Sabtu (28/4).
 
Menurut Putut, hubungan antara Tahta Suci dan Indonesia yang dulu disebut dengan nama Nusantara, telah terjadi sejak jaman Majapahit yang didirikan pada tahun 1293.


Kontak pertama tersebut terjadi pada kurun waktu 1318-1330, ketika Odorico Mattiussi, biarawan dari Ordo Fransiskan diutus oleh Paus untuk mengadakan misi ke Asia.

Di Nusantara, Mattiussi berkunjung ke Jawa, Kalimantan dan Sumatera.  Kunjungan tersebut tercatat dalam buku "Travels Of Friar Odoric of Pordenone".

Secara detil buku itu menjelaskan peta perjalanan Mattiussi ke Nusantara yang  berawal dari Padua, Italia menyebrang ke Laut Hitam, Persia, melalui Kakulta, Madras, Sri Lanka, Pulau Nikobar (Samudera Hindia) dan Sumatera. Dari Sumatera, Mattiussi meneruskan perjalanannya ke Jawa dan Kalimantan (Banjarmasin).

"Matiussi adalah orang Eropa kedua setelah Marcopolo yang berkeliling dunia. Secara tegas ia menyebut daerah yang bernama Sumatera. Dan Dalam catatan yang dibuat Mattiussi, disebut kerajaan beraliran Hindu-Budha yang bernama Majapahit," ujar Putut.

Lebih lanjut Putut menjelaskan perjalanan biarawan Fransiskan itu untuk mendapatkan informasi tentang wilayah Asia, yang sebagian besar penduduknya menganut agama Hindu dan Buda.

Diperkirakan, kunjungan Mattiussi adalah kunjungan misi diplomatik dengan melihat rangkaian perjalanannya.

"Secara resmi Gereja Katolik masuk ke Indonesia adalah tahun 1534 ketika Kepala Kampung Mamuya, Halmahera Utara dan masyarakatnya, dipermandikan oleh Gonzalo Velloso seorang pedagang dari Portugal," ujar Putut.

Putut juga menjelaskan bahwa Tahta Suci mempunyai peran penting dalam pengakuan internasional terhadap kemerdekaan Indonesia.

Atas permintaan dari Uskup Pribumi Pertama, Mgr. A. Soegijapranata SJ, Tahta Suci mengakui kemerdekaan Indonesia dan menjadikan Tahta Suci merupakan negara pertama yang mengakui kemerdekaan  Indonesia.

Pengakuan Tahta Suci ini mendorong negara-negara lain mengikuti jejak mengingat bahwa Vatikan memiliki pengaruh politik dunia.

"Oleh karena itu, tidak ada kata lain bagi Pemuda Katolik kecuali menjaga ikatan NKRI dalam bungkus Bhinneka Tunggal Ika. Oleh karena itu, Pemuda Katolik didorong untuk tidak tinggal diam ketika NKRI mendapat ancaman," tegas Putut

Menurut Putut yang juga Ketua Pelaksana Gerakan Ekayastra Unmada atau Semangat Satu Bangsa, ancaman NKRI yang harus dicermati adalah persoalan dari dalam negeri.

Persoalan serius yang harus mendapat perhatian dari Pemuda Katolik anara lain, sebanyak 27 persen dari 6,4 juta pengguna narkoba adalah pelajar dan mahasiswa, ada 118 UU yang tidak sesuai dengan UUD 1945, sebanyak 39 persen mahasiswa yang menerima paham radikal, melawan budaya hoax mengingat ada 800.000 situs hoax di Indonesia, dan korupsi.

Menurutnya Pemuda Katolik Indonesia harus menjadi motor dalam Gereja Katolik di Indonesia untuk menjaga NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, Pancasila dan UUD RI 1945.

"Perlu diingat ungkapan yang sering kita dengar bahwa kejahatan terbesar terjadi ketika orang baik tidak melakukan apapun ketika terjadi ketidakadilan di hadapannya. Dan, kita sering melakukan itu karena ketidakpedulian kita terhadap sesama," Demikian Putut. [nes]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

Tidak Mengutuk Tapi Ayo Gugat Israel di PBB

Minggu, 05 April 2026 | 01:55

Energi Transisi Sulap Desa Rentan jadi Resisten

Minggu, 05 April 2026 | 01:32

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

Minggu, 05 April 2026 | 01:10

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Buntut Demo Kenaikan BBM

Minggu, 05 April 2026 | 00:52

Menang di Tingkat Kasasi, Natalia Rusli Fokus Kawal Perkara Pidana

Minggu, 05 April 2026 | 00:32

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 00:12

Pelni Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 23:57

KSAD: Tiga Prajurit Gugur, Kami Sangat Kehilangan

Sabtu, 04 April 2026 | 23:32

Menlu Ungkap Ada Tiga Prajurit TNI Lagi Terluka di Lebanon

Sabtu, 04 April 2026 | 23:11

ITERA: Fenomena Langit Lampung Timur Diduga Sampah Antariksa Roket China

Sabtu, 04 April 2026 | 22:42

Selengkapnya