Berita

Balenciaga/Net

Dunia

Merk Fashion Mewah Balenciaga Minta Maaf Soal Perlakuan Buruk Pada Pembeli China Di Paris

SABTU, 28 APRIL 2018 | 09:47 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Merek fashion mewah Balenciaga telah meminta maaf setelah mengklaim bahwa pembeli China diperlakukan buruk di outlet Paris.

Balenciaga dan pengecer kelas atas Printemps meminta maaf di media sosial Tiongkok, di mana berita tentang insiden tersebut telah menarik lebih dari dua juta komentar.

Sebuah video diposting online muncul untuk menunjukkan pelanggan China diserang di toko Balenciaga di dalam Printemps.


Balenciaga, yang dikenal dengan sepatu dan tas mewahnya, adalah bagian dari Kering, yang juga memiliki Gucci dan Yves Saint Laurent.

Mengutip video tersebut, Global Times yang dikelola pemerintah menyatakan bahwa insiden itu dimulai setelah seorang wanita memarahi orang lain yang menyelak antrian di depan gerai Balenciaga.

Adalah hal yang umum untuk melihat antrean panjang pelanggan dari China dan negara lain di luar butik Paris.

Salah seorang pengunjung menyelak antrean dan ditegur wanita tersebut. Namun wanita tersebut justru didorong. Petugas penjualan kemudian diduga menghina para pelanggan China dan mengatakan kepada mereka untuk pergi.

Hashtag #BoycottBalenciagaDiscriminatesAgainstChinese telah dilihat setidaknya 29 juta kali di platform media sosial Cina Weibo, setara dengan Twitter di China.

Dalam sebuah pernyataan dalam bahasa Mandarin yang diposting di Weibo, Balenciaga mengatakan menyesalkan insiden itu dan mencatat bahwa penjaga keamanan telah bertindak cepat untuk memulihkan ketenangan.

"Balenciaga dengan tulus meminta maaf kepada pelanggan yang hadir dan menegaskan kembali komitmennya yang kuat untuk menghormati sama semua pelanggannya," katanya.

Printemps mengatakan bahwa staf akan menerima pelatihan tambahan untuk memastikan mereka mengelola situasi seperti itu dengan cara sebaik mungkin.

"Kami ingin menyampaikan permintaan maaf kami yang tulus kepada pelanggan Cina yang terlibat dalam pertengkaran ini serta semua orang yang kecewa atau tidak nyaman dengan cara apa pun," kata department store itu. [mel]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Wall Street Hijau di Tengah Harapan Meredanya Konflik AS-Iran

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:23

Di Balik Sensor Istana: Diksi Nuklir Prabowo dan Bantahan Kilat Teheran

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:10

Pelatih Vietnam Bongkar Rahasia Usai Permalukan Indonesia 3-0

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:04

Tanggapi MK, Menkeu Pastikan Anggaran MBG Tidak Mengganggu APBN

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:47

Menhaj Lantik 6 Pejabat Kemenhaj untuk Perkuat Pelayanan Haji dan Umrah

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:46

Bunga Pinjaman Turun, Bulog Hemat hingga Rp1,07 Triliun per Tahun

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:35

Pasar Logam Mulia Tertekan, Emas Masih Berkutat di 4.000 Dolar AS

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:18

Bursa Eropa Cetak Rekor, DAX 40 Tembus 26.000 Poin

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:07

Sekolah Nasional Terintegrasi: Tantangan Pendidikan dan Implementasi Rekonstruksi

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:46

BGN Anggap Putusan MK Justru Perkuat Program MBG

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:27

Selengkapnya