Berita

Trump dan Kim/Net

Dunia

Donald Trump Dan Kim Jong Un Berpotensi Besar Raih Hadiah Nobel Perdamaian

SABTU, 28 APRIL 2018 | 08:36 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un masuk dalam daftar calon favorit penerima Nobel Perdamaian.

Begitu kata salah satu bookmakers ternama Inggris, Coral jelang akhir pekan ini. Trump dan Kim memiliki 2/1 peluang untuk memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian tahun ini. Mereka berada di depan Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi, Aktivis Saudi, Raif Badawi, Paus Fransiskus, dan calon pemenang lainnya.

Fox News mengabarkan bahwa berlangsungnya KTT antar-Korea bersejarah kemarin (Jumat, 27/4) yang berhasil dan berujung pada kesepakatan untuk secara resmi mengakhiri Perang Korea menjadi permulaan yang mengarah pada hal tersebut.


Terlebih, Kim dijadwalkan untuk bertemu dengan Trump bulan depan atau di awal Juni. Pencapaian bersejarah semacam ini tentu layak diapresiasi. Hadiah Nobel Perdamaian bisa menjadi salah satu bentuk apresiasi tersebut.

Kendati demikian, memang tidak dapat dipungkiri bahwa masih perlu waktu untuk membuktikan hasil nyata KTT tersebut dan apakah semua pihak yang terlibat komitmen menjalani kesepakatan yang dibuat bersama atau terjadi perubahan di tengah jalan.

Namun sikap keras Presiden Trump terhadap nuklir Korea Utara dan keberhasilannya memenangkan persetujuan sanksi ekonomi internasional terhadap Korea Utara di Perserikatan Bangsa-Bangsa yang telah melumpuhkan perekonomian negara jelas berhasil melampaui harapan dalam mendorong Kim ke meja perundingan.

Selain itu, kesediaan Trump untuk mengadakan pertemuan puncak yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan Kim dalam beberapa minggu mendatang, memberikan inisiatif bagi Kim untuk menghentikan uji coba senjata nuklir, menutup tempat uji coba bawah tanah, dan mengakhiri uji coba rudal jarak jauh.

Di tahun 2009 lalu, Barack Obama yang menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat pada saat itu diketahui pernah memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian untuk memberikan pidato yang baik dan memiliki rencana besar untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih damai.

Kemudian pada 2015, mantan sekretaris Institut Nobel, bahkan mengakui bahwa hadiah prestisius diberikan secara prematur kepada Presiden Obama.

"Banyak pendukung Obama percaya itu adalah kesalahan," tulis Geir Lundestad dalam memoarnya.

"Karena itu tidak mencapai apa yang diharapkan panitia," sambungnya.

Sebaliknya, Trump memiliki pencapaian konkret untuk masa awal kepemimpinannya dengan KTT antar Korea dan pertemuan dengan Kim beberapa pekan ke depan.

Jika pembicaraan Trump dan Kim berjalan lancar seperti halnya pertemuan puncak hari Jumat kemarin, maka kedua pemimpin negara itu seharusnya memiliki potensi besar untuk menyabet Hadiah Nobel Perdamaian. [mel]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Wall Street Hijau di Tengah Harapan Meredanya Konflik AS-Iran

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:23

Di Balik Sensor Istana: Diksi Nuklir Prabowo dan Bantahan Kilat Teheran

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:10

Pelatih Vietnam Bongkar Rahasia Usai Permalukan Indonesia 3-0

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:04

Tanggapi MK, Menkeu Pastikan Anggaran MBG Tidak Mengganggu APBN

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:47

Menhaj Lantik 6 Pejabat Kemenhaj untuk Perkuat Pelayanan Haji dan Umrah

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:46

Bunga Pinjaman Turun, Bulog Hemat hingga Rp1,07 Triliun per Tahun

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:35

Pasar Logam Mulia Tertekan, Emas Masih Berkutat di 4.000 Dolar AS

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:18

Bursa Eropa Cetak Rekor, DAX 40 Tembus 26.000 Poin

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:07

Sekolah Nasional Terintegrasi: Tantangan Pendidikan dan Implementasi Rekonstruksi

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:46

BGN Anggap Putusan MK Justru Perkuat Program MBG

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:27

Selengkapnya