Berita

Bisnis

APN 2018 Pertemukan Pengguna Anggaran Dan Penyedia Jasa

SABTU, 28 APRIL 2018 | 06:35 WIB | LAPORAN:

Seiring era keterbukaan informasi dan transparansi dalam penyelenggaraan pemerintahaan yang baik, prinsip kehati-hatian mutlak diperlukan baik oleh pemerintah provinsi, kabupaten/kota juga kementerian/lembaga selaku pengguna anggaran maupun mitra penyedia barang dan jasa.

Hal tersebut menjadi salah satu dasar Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) menggulirkan kembali pameran bertajuk Apkasi Procurement Network (APN) 2018 yang berlangsung di Jakarta, Jumat kemarin (27/4).

Ketua Bidang Keuangan Daerah Apkasi Irwan menjelaskan, pengelolaan pengadaan barang/jasa pemerintah yang baik merupakan bagian penting dari upaya menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih (good governance). Pengelolaan pengadaan tidak bisa lagi dilakukan dengan sekadarnya tetapi harus ditangani seksama.


"Keberhasilan proses pengadaan tidak hanya terkait dengan pelaksanaan proses pelelangan tetapi juga bergantung pada perencanaan yang baik. Untuk itu, dalam rangka memperbaiki tata kelola pengadaan maka proses perencanaan harus dikelola dengan baik. Untuk menyusun perencanaan pengadaan yang baik maka harus dipahami tata cara dan strategi penyusunan rencana pengadaan sesuai dengan ketentuan," paparnya.

Menurut Irwan yang juga bupati Meranti, Apkasi fokus akan kegiatan pengadaan barang/jasa pemerintah. Salah satunya karena kegiatan pengadaan barang/jasa mengandung risiko hukum.

"Kami berharap melalui kemitraan yang dibangun antara para pengguna, dalam hal ini pemerintah daerah dan penyedia barang/jasa dapat terjalin baik. Sehingga informasi terkait dengan produk yang dibutuhkan dapat secara utuh didapatkan," jelasnya.

Sementara, Kepala Subdirektorat Riset dan Kontrak Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) Eko Rinaldo mengaitkan semangat pengadaan barang/jasa pemerintah sebenarnya ada dalam lagu kebangsaan Indonesia Raya.

"Di situ tertera kata-kata 'bangunlah jiwanya, bangunlah badannya.' Yang mana ini menunjukkan bahwa dalam konteks pengadaan kalau sudah terbangun jiwanya maka tidak perlu ada lagi yang harus dikhawatirkan, jangan takut duluan. Karena prinsip pengadaan itu adalah value for money, artinya berapa nilai uang yang dikeluarkan untuk mendapatkan barang yang berkualitas," jelasnya.

Prinsip value for money sesuai dengan Peraturan Presiden 16/2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah tidak lagi mensyaratkan barang yang harganya murah, tapi yang penting penyedianya harus berkualitas, kemudian barangnya juga berkualitas.

"Semangat pengadaan ini sederhananya adalah ibarat kita membelanjakan uang sendiri. Cuma bedanya harus dipertanggungjawabkan kepada auditor dan penyidik, bila nanti ditemukan ada masalah hukum," imbuh Eko dalam keterangannya, Sabtu (28/4).

APN 2018 sendiri menghadirkan perusahaan-perusahaan mitra yang terdiri dari sektor alat-alat kesehatan hingga teknologi dan informasi. Kegiatan yang terselenggara untuk kali kedua ini dihadiri sekitar 300 tamu undangan dari kepala daerah, sekretaris daerah, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Unit Layanan Pengadaan (ULP), BUMD, serta para pengguna anggaran lainnya.

Selain juga menggelar talkshow yang menghadirkan narasumber kompeten di bidang pengadaan barang dan jasa. Anggota Apkasi juga mendapatkan pembekalan dan pengetahuan tentang proses pengadaan barang dan jasa di pemerintahan kabupaten yang sesuai dengan aturan sehingga terhindar dari permasalahan hukum. [wid]




Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Kampus Demokrasi Obama

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:54

Presiden Prabowo Kemudikan Kapal Indonesia Menuju Ekonomi Pancasila

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:36

Merekonstruksi Ulang Konsolidasi Kebangsaan

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:18

Keberadaan DSI Perlu Dievaluasi Ulang dalam Tata Niaga Sawit

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:59

Usaha Jufriyah Terus Keruk Cuan Bersama BRI

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:34

Perdamaian AS-Iran Tanpa Israel

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:16

Turnamen Tenis Meja Masduki Cup 2026 Mengukir Asa Menuju Pentas Dunia

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:55

BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Berbagai Solusi Finansial

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:35

Koperasi Menjaga Keseimbangan

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:15

Gaya Hidup Sehat dan Kebersamaan Harus jadi Kebutuhan

Selasa, 23 Juni 2026 | 02:55

Selengkapnya