Berita

Politik

Santri Militan Jokowi Kecewa Amien Rais Dikotomi Parpol

JUMAT, 27 APRIL 2018 | 20:45 WIB | LAPORAN: DARMANSYAH

. Politikus PAN Amien Rais melontarkan pernyataan yang mengundang kecaman. Mantan Ketua MPR RI itu mendikotomikan partai politik di Indonesia menjadi dua kategori, partai Allah (hizbullah) dan partai setan (hizbusyaiton).

Sejumlah politisi menyayangkan pernyataan Amien Rais. Sebagai politikus senior tak seharusnya dia membuat pernyataan yang memantik kegaduhan politik nasional.

Bukan cuma kalangan politisi yang berang dengan dikotomi partai ala Amien Rais. Kalangan pemuka agama dan santri juga ikut beraksi. Ribuan santri di Banten yang tergabung dalam Santri Militan Jokowi (Samijo) menganggap pernyataan Amien Rais berpotensi memecah belah bangsa.


Para santri meminta Amien Rais tidak menjadikan agama sebagai alat kepentingan politik praktis. Dengan mendikotomikan ini partai setan dan itu partai Allah, maka Amien telah menjadikan agama sebagai alat politik.

"Apalagi itu dikatakan Pak Amien dalam tausyiah di masjid. Jadi sangat jelas, Pak Amien telah menjadikan agama sebagai alat propaganda politik," kata Koordinator Samijo, Ibnu Baliran Ali di Serang, Banten, Jumat (27/4).

"Sedangkan semua tahu dan sudah ada contohnya di Pilgub DKI kemarin. Jika suku, ras, agama dijadikan alat politik maka menimbulkan kegaduhan luar biasa dan masyarakat terbelah," tambah Ibnu.

Amien Rais sempat membantah jika pernyataannya untuk mendikotomikan partai di Indonesia. Pernyataan itu hanya kritik kepada pemerintahan Presiden Jokowi.

Meski begitu, menurut Ibnu, kritik Amien kurang tepat. Pasalnya, untuk menjadikan negara ini besar dan kuat, harus ada sinergisitas seluruh elemen bangsa dengan pemerintah.

"Kerjasama ulama dan umaro sangat penting. Keduanya harus terus beriringan, saling mengisi, menguatkan satu sama lain, bukan justru dipecah-belah oleh pernyataan-pernyataan yang provokatif, negatif, mencibir, fitnah dan bahkan menjatuhkan," sindir Ibnu.

Ibnu menjelaskan alasan mendeklarasikan Samijo. Selain untuk memerangi kejelekan dan menyebarkan kebaikan (amar ma'ruf nahi munkar), Jokowi sebagai presiden sudah mejalankan pemerintahan sangat baik. Termasuk menjalin hubungan dengan para ulama dan habaib untuk membangun bangsa dan negara.

"Adalah tidak benar Jokowi difitnah jauh dari ulama, benci dengan umat Islam. Dalam beberapa kesempatan Jokowi meluangkan waktu bertemu ulama, habaib dan para santri. Sikap Jokowi pun sangat santun terhadap ulama," ungkapnya.

Beberapa kebijakan Jokowi pun dianggap mengapresiasi peran ulama dan santri. Misalnya, pada pemerintahan Jokowi telah ditetapkan Hari Santri Nasional (HSN). Kemudian Jokowi menolak Full Day School (FDS) yang dianggap akan mendegradasi sistem pendidikan pesantren.

"Alasan itulah yang membuat kami sebagai santri mendukung Jokowi dan menolak keras semua propaganda yang menyudutkan pemerintahan Jokowi," pungkasnya.[dem]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Purbaya Belum Tambah Subsidi Energi

Sabtu, 12 September 2026 | 02:25

One Asia Golf Cup 2026 Diikuti 144 Pengusaha dari 11 Negara

Sabtu, 12 September 2026 | 02:14

Relawan Prabowo-Gibran Tak cuma Hadir saat Pemilu

Sabtu, 12 September 2026 | 01:30

Ferry Boboho Balikin Duit Rp5 Miliar, Diduga terkait Pemerasan Febrie

Sabtu, 12 September 2026 | 01:10

Maruli Janji Dongkrak Peringkat Atlet Judo Indonesia

Sabtu, 12 September 2026 | 01:01

ERP Solusi Pengendalian Kemacetan Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 00:34

Simak Rekayasa Lalin Persija-Persib di GBK

Sabtu, 12 September 2026 | 00:18

Jarnas Konsisten Kawal Program Pro Rakyat Prabowo-Gibran

Sabtu, 12 September 2026 | 00:00

Haji Dimulai dari Kalkulator

Jumat, 11 September 2026 | 23:35

Baznas Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026

Jumat, 11 September 2026 | 23:20

Selengkapnya