Berita

Mohamed Toure (kanan) dan istrinya/CNN

Dunia

Perbudak Wanita Selama 16 Tahun, Putra Presiden Pertama Guinea Terancam 20 Tahun Bui

JUMAT, 27 APRIL 2018 | 13:45 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Putra Presiden pertama Guinea, Ahmed Sekou Toure yakni Mohamed Toure dan istrinya didakwa hingga 20 tahun penjara di Texas Amerika Serikat pekan ini.

Pasangan yang sama-sama berusia 57 tahun itu dinyatakan bersalah karena memperbudak seorang wanita selama lebih dari 16 tahun. Wanita itu kemudian berhasil melarikan diri dari rumah mereka di Southlake, Texas dengan bantuan dari tetangga.

Sang korban dibawa oleh pasangan tersebut ke Amerika Serikat dari Guinea pada tahun 2000. Pada saat itu dia baru berusia 5 tahun.


Gadis kecil itu kemudian dipaksa untuk melakukan pekerjaan rumah tangga dan merawat anak-anak mereka serta melakukan kekerasan secara emosional dan fisik pada anak itu.

Departemen Kehakiman Amerika Serikat dalam sebuah pernyataan menjelaskan bahwa meski korban berusia tidak jauh dari usia anak-anak dari pasangan tersebut, dia tidak diberi akses ke pendidikan atau mengizinkannya bermain.

Mohamed Toure pindah ke Texas dari negara asalnya, Guinea. Dia adalah tokoh berpengaruh dan putra Presiden pertama Guinea, Ahmed Sekou Toure.

Menurut penulis dari Historical Dictionary of Guinea, setelah kematian ayahnya pada 1984, Mohamed Toure dipenjara bersama dengan anggota keluarganya yang lain dan diasingkan ke Maroko dan Pantai Gading sebelum menetap di Texas bersama istri dan anak-anaknya.

Dia kemudian kembali ke Guinea, di mana dia ditunjuk sebagai sekretaris jenderal dari partai politik ayahnya yang lama.

Namun karena ulahnya melakukan perbudakan, kini Toure dan istrinya menghadapi hingga 20 tahun penjara.

"Sebagai bagian dari skema pemaksaan mereka untuk memaksa kerja korban, para terdakwa mengambil dokumennya dan menyebabkan dia tetap tidak sah di Amerika Serikat setelah visanya berakhir," kata Departemen Kehakiman dalam siaran persnya.

"Mereka lebih jauh mengisolasi dirinya dari keluarganya dan orang lain dan secara emosional dan fisik menyiksanya," sambung keterangan itu.

Dalam pengaduan pidana terhadap Toure, ketua tim penyelidik menuduh bahwa korban dipaksa untuk tidur di lantai selama bertahun-tahun, dan hanya dibawa untuk menemui profesional medis sekali saja. Korban juga kerap dipukul dan kadang-kadang dicambuk dengan dengan ikat pinggang atau kabel listrik.

Dalam satu insiden, korban ditarik anting-antingnya dari kupingnya oleh Cros-Toure dengan kekuatan sedemikian rupa sehingga merobek cuping telinganya, meninggalkan bekas luka yang terlihat.

Korban diduga juga sering berteriak atau diusir dari rumah tanpa uang, identifikasi, atau kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris.

Pada suatu kesempatan, korban ditemukan di sebuah taman oleh seorang petugas polisi dan kembali ke keluarga Toure sebagai orang yang dicurigai melarikan diri.

Akhirnya, pada bulan Agustus 2016, korban melarikan diri dari para terdakwa dengan bantuan beberapa mantan tetangga.

Kasus ini diselidiki oleh Departemen Keamanan Diplomatik Departemen Luar Negeri, yang sering terlibat dalam kasus-kasus pidana yang memiliki dimensi internasional. [mel]

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Bursa Asia Ambruk, Saham Teknologi Berguguran

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:30

Nasdaq Tertekan, Investor Wall Street Waspadai Inflasi AS

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:17

Bidik Pasar Modal, Dua BUMD DKI Konsultasikan Rencana IPO ke OJK

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:06

Delta Tunda Penerbangan ke Arab Saudi Usai Serangan Riyadh hingga 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:46

Logam Mulia Tertekan Dolar Jelang Rilis Inflasi Amerika Serikat

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:29

Pasar Eropa Hijau Didorong Saham Perbankan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:13

Drone Seeder Solusi Reklamasi Lahan Pascatambang, SOP Masih Digodok

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:56

Republik Konoha dan Krisis Ketiga

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:23

Olahan Sagu Inovasi TEP IPB University Ramaikan Festival Kali Maro IV Merauke

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:57

Ijazah bagi Kekuasaan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:27

Selengkapnya