Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

WHO: Kasus Malaria Di Venezuela Melonjak 69 Persen Tahun Lalu

RABU, 25 APRIL 2018 | 11:47 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sejumlah ahli kesehatan dari Organisasi Kesehatan Duni (WHO) memperingatkan bahwa kasus malaria di Venezuela mengalami lonjakan signifikan sebanyak 69 persen tahun lalu.

Mereka mengungkapkan keprihatinan atas penyebaran penyakit di negara yang dilanda krisis dan bagian lain dari Amerika Latin.

Angka itu dirilis oleh WHO pekan ini, bertepatan dengan Hari Malaria Dunia.


Menurut perkiraan badan kesehatan PBB, kasus malaria di Venezuela naik dari menjadi 240.613 pada 2016 menjadi 406.000 pada tahun 2017.

Angka saat ini sekitar lima kali lebih tinggi daripada tahun 2013 untuk penyakit yang ditularkan nyamuk.

"Apa yang kita lihat sekarang adalah peningkatan besar, mungkin mencapai hampir setengah juta kasus per tahun," kata Pedro Alonso, direktur program malaria global WHO.

"Ini adalah peningkatan terbesar yang dilaporkan di mana pun di dunia," tambahnya.

Dia menyalahkan kurangnya sumber daya dan kampanye anti-malaria yang tidak efektif di negara tersebut yang menghasilkan peningkatan angka malaria di Venezuela.

Data WHO sendiri menunjukka bahwa para migran Venezuela yang melarikan diri dari krisis ekonomi dan sosial membawa penyakit yang dibawa nyamuk ke Brasil dan bagian lain dari Amerika Latin. Karena itulah, pihak berwenang didesak untuk menyediakan pemeriksaan dan pengobatan gratis tanpa menghiraukan status hukum mereka untuk menghindari penyebaran lebih lanjut.

"Di Amerika, bukan hanya Venezuela. Kami benar-benar melaporkan peningkatan di sejumlah negara lain," kata Alonso.

"Venezuela, ya ini adalah keprihatinan yang signifikan, malaria meningkat dan itu meningkat dengan cara yang sangat mengkhawatirkan," sambungnya seperti dimuat Al Jazeera. [mel]

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Indeks Kecakapan Bahasa Inggris di Indonesia Masih Rendah, Ini Sebabnya

Selasa, 09 Juni 2026 | 22:16

Putusan Kasasi MA Sengketa Lahan Digugat, Prinsipal Lapor Badan Pengawas

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:53

KPK dan Polri Ternyata Lakukan Joint Investigation dalam OTT Bupati Muara Enim

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:44

Badak Kalimantan Terakhir di Alam Liar Segera Dievakuasi

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:16

Nadiem Kecewa Replik Jaksa Abaikan Fakta Persidangan

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:05

Budi Bantah Ditawari Jadi Menkeu: Sekarang Masih Menkes!

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:00

Citizen Lawsuit, Rangkap Jabatan Otto Hasibuan Digugat ke Pengadilan

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:52

DEN Ingatkan Risiko Inflasi Imbas Rupiah Melemah

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:45

Besok Prabowo ke Lampung, Tinjau RSUD Krui

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:36

Luhut: 80 Persen Data Pemerintah Sudah Terhubung Lewat GovTech Berbasis AI

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:21

Selengkapnya