Berita

Sandiaga Uno/Net

Wawancara

WAWANCARA

Sandiaga Uno: Masyarakat Sekarang Merasa Lebih Susah Dibanding 2-3 Tahun Yang Lalu

RABU, 25 APRIL 2018 | 09:42 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Setelah ditunjuk sebagai tim pemenangan Prabowo Subianto, Wakil Gubernur DKI Jakarta ini langsung tancap gas. Dia diam-diam melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias Romy. Lantas seperti apa hasil pertemuan antara Sandi dan Romy? Apakah PPP bersedia bergabung dengan Gerindra di Pilpres 2019 dan mengusung Prabowo Subianto sebagai capres? Berikut penuturan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Sandiaga Uno.

Beberapa hari yang lalu Anda bertemu dengan Ketua Umum PPP Romahurmuziy, apakah ada indikasi PPP berkoalisi dengan Gerindra di Pemilu 2019?
Kami hanya berbicara menge­nai DKI Jakarta. PPP juga telah menyatakan mendukung 100 persen pemerintahan Jakarta untuk 2017- 2022 yang terfokus dalam bidang ekonomi. Beliau pun memberikan masukan sep­erti apa sih PPP memberikan sumbangsih pemikiran tentang pengelolaan sampah dan pen­gelolaan banjir.

Selain itu, PPP mendukung Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah atau RPJMD yang sekarang ini sudah di-perda-kan. Setelah itu kami bicara tentang Indonesia. Gus Romy menyam­paikan hal yang menjadi temuan kami, termasuk ekonomi yang tidak bergerak untuk kalangan bawah.

Selain itu, PPP mendukung Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah atau RPJMD yang sekarang ini sudah di-perda-kan. Setelah itu kami bicara tentang Indonesia. Gus Romy menyam­paikan hal yang menjadi temuan kami, termasuk ekonomi yang tidak bergerak untuk kalangan bawah.

Maksudnya ekonomi tidak bergerak di kalangan bawah bagaimana itu?

Jadi, masyarakat merasa lebih susah sekarang dibanding dua atau tiga tahun yang lalu. Makanya kita semua sepakat harus ada arah dan pemerintahan yang lebih fokus dalam bidang ekonomi di 2019.

Adakah pembahasan ten­tang politik, khususnya per­siapan Pilpres 2019?

Kami sepakat diperlukan poli­tik yang saling silaturahmi dan mempersatukan bukan saling sikut menyikut. Kondisi saat ini tentunya harus ada per­baikan dan itu kami sepakati. Kami sepakat lapangan kerja sulit didapat dan ekonomi berat. Terlebih masyarakat menilai ke­hidupan mereka beberapa tahun ini susah dan hal ini sudah tidak perlu dipertanyakan lagi.

Kalau sudah saling sepakat apakah menjadi pertanda PPP bersedia bergabung dengan Gerindra di Pilpres 2019?
Kami belum bicara ke arah situ. Terpenting kami bersama-sama menyatukan persepsi. Kami tidak mau mencari per­bedaan, melainkan kami ingin mencari kesamaan.

Saat itu pembahasannya tegang atau seperti apa, meng­ingat sampai saat ini PPP be­rada di kubu pemerintah?

Tidaklah, saya selalu me­nyampaikan dengan situasi yang cair. Pasalnya saya ingin mem­persatukan, mengingat politik itu mempersatukan.

Tetapi Anda berharap PPP bergabung dengan Gerindra di Pilpres 2019 seperti Pilpres 2014 lalu?
Kami hanya mengajak seluruh bangsa tidak terkecuali masyarakat memikirkan, bahwa ekonomi ini dalam keadaan yang mem­prihatinkan. Artinya kita semua sama-sama bekerja keras. Saya rasa daripada kita semua memecah belah lebih baik mempersatukan satu persepsi yang sama.

Kalau PAN yang mengusung Zulkifli Hasan jadi cawapres, tanggapan Anda?

Tentu kami tampung soal itu.

Anda melihat peluang PAN dan Demokrat berkoalisi den­gan Gerindra sejauh mana?
Sangat terbuka dan kami san­gat membuka peluang untuk bisa sama-sama membangun Indonesia lebih baik lagi dengan titik fokus di bidang ekonomi.

Seberapa besar persentase peluangnya?

Sangat terbuka dan kami membuka pintu seluas-luasnya untuk dua sahabat kami (PAN dan Demokrat) serta partai-partai lain tentunya ya.

Kalau kesepakatan dengan PKS bagaimana jika PAN bergabung?
Sangat dimungkinkan dan kami bersama PKS sudah men­jalin kerjasama yang panjang. Kami yakin memiliki suatu kesamaan dari sisi menangkap aspirasi masyarakat. Akan tetapi yang terpenting sekarang adalah mencari persepsi yang sama, yaitu bagaimana membangun Indonesia menjadi lebih baik ke depannya.

Jadi Prabowo memilih cawapres dari kesepakatan un­tuk membangun Indonesia menjadi lebih baik?
Kami sekarang ini sudah mem­berikan mandat calon presiden kepada Pak Prabowo dan Pak Prabowo terus akan membangun mitra koalisi. Jadi kami akan menampung seluruh masukan dari mitra koalisi. ***

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

Harga Daging Sapi Tembus Rp153 Ribu/Kg, Zulhas Buka Opsi Subsidi APBN-APBD

Selasa, 25 Agustus 2026 | 14:18

LPSK Beri Perlindungan kepada Ferry Hongkiriwang, Saksi Kasus Febrie Adriansyah

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:54

Urusan Gula Konsumsi Aman, Kementan Kini Bidik Target Gula Industri di 2028

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:45

Ahmed al-Sharaa Sambut Keputusan AS Hapus Suriah dari Daftar Sponsor Teror

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:42

Geng Haiti Bantai 40 Pengungsi yang Berlindung di Gereja

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:42

Wajah Baru Jakarta, Wagub Rano Resmikan Jaksinema Pasar Rumput

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:29

BMKG Maksimalkan OMC di Kaltim Sepekan Ini untuk Tangani Karhutla

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:19

Dugaan Setoran Importasi Blueray, KPK Cecar Dua PNS Bea Cukai

Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:50

Kasus OTT Unsoed Bisa Saja Terjadi di Kampus Lain

Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:46

Perketat Imigrasi, Trump Bersiap Cabut 200 Ribu Visa WNA

Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:46

Selengkapnya