Berita

Dubes Valiollah Mohammadi dan Rachmawati Soekarnoputri/RMOL

Dunia

Dubes Mohammadi: Program Nuklir Iran Untuk Perdamaian

RABU, 25 APRIL 2018 | 09:29 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Program nuklir yang dikembangkan Republik Islam Iran ditujukan untuk memenuhi kebutuhan energi listrik dan tujuan damai lain. Bukan untuk persenjataan seperti yang kerap ditudingkan pihak Barat.

Hal in ditegaskan Dutabesar Republik Islam Iran Valiollah Mohammadi dalam jamuan makan malam dengan pendiri Universitas Bung Karno (UBK) Rachmawati Soekarnoputri di kediaman dinas Dubes Iran di Jalan Madiun, Menteng, Selasa malam (24/4).

Jamuan makan malam itu adalah balasan atas pertemuan keduanya beberapa waktu lalu. Dalam kesempatan tersebut Rachmawati didampingi Wakil Rektor UBK Teguh Santosa.


Menurut Dubes Mohammadi, sebelum kemenangan Revolusi Iran tahun 1979, Iran sudah mengembangkan program pembangunan energi nuklir, dan hal itu dilakukan atas dorongan dan bantuan Amerika Serikat. Saat itu, rezim Shah Iran merupakan skondan atau sekutu Amerika Serikat di kawasan.

"Mereka mendorong kami mengembangkan energi nuklir dengan alasan energi fosil akan segera habis, dan energi nuklir adalah energi masa depan," ujarnya.

Tetapi, setelah Revolusi Iran yang dipimpin Ayatullah Khomeini menggusur rezim Shah Iran Reza Pahlevi 1979, sikap Amerika Serikat berubah.

Setahun kemudian Iran dipaksa terlibat perang dengan Irak selama delapan tahun hingga 1988.

Setelah Perang Iran-Irak berakhir, barulah Iran memulai kembali pembangunan program nuklir yang sempat terbengkalai.

"Kami meminta bantuan dari berbagai negara termasuk Barat dan sekutu AS di Asia. Tetapi tidak ada yang mau membantu," ujarnya lagi.

Iran tidak punya pilihan selain mengembangkan program nuklir dengan kemampuan mereka sendiri, dan setelah sekarang mereka berhasil mengembangkan teknologi nuklir untuk tujuan damai, pihak Amerika Serikat kembali meributkan dengan berbagai tudingan yang tidak berdasar. [dem]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

Panen Raya TNI, Presiden Prabowo: Saya Bahagia Hari Ini

Jumat, 17 Juli 2026 | 22:57

UPDATE

Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026 Digelar di JCC, Dorong UMKM Naik Kelas

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:25

Jaksa Agung Rotasi 29 Jaksa Termasuk Dirdik Jampidsus

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:05

Bawaslu Mulai Susun Indeks Kerawanan Pemilu 2029

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:00

Refly Harun Kawal Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:45

Max Blumenthal Soroti Ancaman Kebebasan Pers akibat Kemitraan AS-Israel

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:43

OPM Pimpinan Kopitua Heluka Diduga Dalang Pembunuhan Tiga Warga Sipil di Yahukimo

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:39

Pemuda Jabar Peduli Gelar Santunan untuk Korban Pesta Rakyat Garut

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:36

Gus Yahya Siap Bertarung Lagi Pertahankan Kursi Ketum PBNU

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:32

Pakta Integritas Perempuan Bangsa Wujud Totalitas Besarkan PKB

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:30

Wakapolri Ingatkan Perwira Remaja: Satu Tindakan Menyimpang Rusak Kepercayaan Polri

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:21

Selengkapnya