Berita

Foto: Ist

Politik

PILKADA KALTIM 2018

Ini Cara Rusmadi-Safaruddin Tekan Angka Pengangguran Di Kaltim

Komit Serap Ratusan Ribu Tenaga Kerja
RABU, 25 APRIL 2018 | 02:26 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut 4, Rusmadi Wongso dan Safaruddin menyoroti tingginya angka pengangguran di Kalimantan Timur.

Menurut Rusmadi, tingginya tingkat pengangguran tersebut akan menjadi perhatian khusus bagi dia dan pasangannya.

Pasangan ini bertekad untuk mengatasi angka pengangguran di provinsi berjuluk Benua Etam yang menurut data BPS pada 2017 mencapai 6,91 persen.


Rusmadi optimis melalui Dasacita atau 10 program kerja yang ditawarkannya bisa menyerap lapangan kerja lebih dari 100 ribu.

"Dasacita yang diprediksi menyerap tenaga kerja  adalah sektor yang menjadi sumbu ekonomi Kaltim di luar Migas. Misalnya Kaltim Membangun Desa, Kaltim Swasembada, Kaltim Kreatif dan Kaltim Mulus," kata dia dalam keterangannya, Selasa (24/4).

Rusmadi menilai, meningkatnya jumlah pengangguran akibat tidak seimbangnya lapangan kerja dengan jumlah tenaga kerja. Belum lagi, sebagian besar tenaga kerja bertumpu pada industri pertambangan yang beberapa tahun ini mengalami pertumbuhan minus.

"Di samping itu, kurangnya keterampilan dari para tenaga kerja tersebut," ujar Rusmadi.

Mantan Sekda Pemprov Kaltim itu mengatakan, untuk menekan angka pengangguran di Kaltim, pihaknya bertekad menciptakan Sumber Daya Manusia yang berdaya saing tinggi, kreatif, serta menumbuh kembangkan usaha kecil menengah yang mampu menciptakan pengusaha-pengusaha baru.

"Saya Insya Allah, lima tahun kedepan angka pengangguran di bawah lima persen. Atau kalau kondisi kita ini bisa 4 persen lah," kata Rusmadi.

Dia menjelaskan, pemicu angka pengangguran di Kaltim bermuara dari masyarakat miskin yang ada di pedesaan.

"Konsennya di masyarakat desa," kata calon gubernur yang diusung PDIP dan Hanura itu.

Rusmadi menjelaskan, pembukaan lapangan kerja  akan dilakukan berdasarkan potensi daerah provinsi Kaltim yang begitu besar. Dari sektor perkebunan saja, dia sudah memprogramkan perluasan sawit 50 ribu hektare.

"Ini saja bisa menyerap 50 ribu pekerja,” ungkapnya.

Belum lagi, kata dia, izin lahan sawit yang sudah dikeluarkan pemerintah seluas 3,3 juta hektare. Saat ini yang sudah ditanam baru 1,1 juta hektare. Sehingga, masih ada 2,2 juta hektare lagi yang belum ditanam.

"Ini bakal menyerap 1 juta tenaga kerja. Perkiraan saya setiap 2,2 hektare bisa digarap 1 orang,” beber Rusmadi.

Rusmadi juga akan mengajak bupati di Kaltim bersikap tegas agar 2,2 juta hektare lahan yang belum ditanam izinnya dicabut dan diberikan kepada perusahaan lain yang mau berinvestasi kebun sawit.

"Izin lahan sawit ini ada di bupati, dan saya ketika menjabat sebagai gubernur akan turun langsung mengevaluasi kebun sawit yang tak ditanam. Sesuai UU No 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan, izin sawit bisa dicabut jika 3 tahun belum ada penanaman sebesar 30 persen total luas lahan,” tegas Rusmadi.

Sementara Safaruddin mengungkapkan, cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja adalah pelatihan untuk pengembangan profesionalisme tenaga kerja, sistem magang di tempat kerja, dan meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat setempat melalui pendidikan nonformal, kursus, ataupun lain-lain.

"Sektor informal biasanya banyak ditemukan di negara-negara berkembang. Indonesia merupakan salah satu negara berkembang sehingga dengan mengembangkan sektor informal akan membantu mengatasi masalah pengangguran,” jelas mantan Kapolda Kaltim itu. [sam]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

Panen Raya TNI, Presiden Prabowo: Saya Bahagia Hari Ini

Jumat, 17 Juli 2026 | 22:57

UPDATE

Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026 Digelar di JCC, Dorong UMKM Naik Kelas

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:25

Jaksa Agung Rotasi 29 Jaksa Termasuk Dirdik Jampidsus

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:05

Bawaslu Mulai Susun Indeks Kerawanan Pemilu 2029

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:00

Refly Harun Kawal Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:45

Max Blumenthal Soroti Ancaman Kebebasan Pers akibat Kemitraan AS-Israel

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:43

OPM Pimpinan Kopitua Heluka Diduga Dalang Pembunuhan Tiga Warga Sipil di Yahukimo

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:39

Pemuda Jabar Peduli Gelar Santunan untuk Korban Pesta Rakyat Garut

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:36

Gus Yahya Siap Bertarung Lagi Pertahankan Kursi Ketum PBNU

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:32

Pakta Integritas Perempuan Bangsa Wujud Totalitas Besarkan PKB

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:30

Wakapolri Ingatkan Perwira Remaja: Satu Tindakan Menyimpang Rusak Kepercayaan Polri

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:21

Selengkapnya