Berita

Prabowo Subianto/Net

Politik

Prabowo Bebas Memilih, Tetap Maju Atau Jadi King Maker

SELASA, 24 APRIL 2018 | 11:26 WIB | LAPORAN:

Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto bebas menentukan jalan di Pilpres 2019. Dia bisa memilih untuk tetap maju sebagai calon presiden (capres) atau mengurungkan niat tersebut dan memilih menjadi kingmaker.

Prabowo merupakan pemilik mandat capres dari Gerindra. Namun demikian, hasil survei memperlihatkan elektabilitasnya jauh di bawah sang rival, Presiden Joko Widodo. Bahkan disparitas keduanya mencapai 10 hingga 30 persen.

Di survei Median, elektabilitas Jokowi 36,2 persen, sementara Prabowo 20,4 persen. Sedangan hasil survei Cyrus Network, Jokowi 58,5 persen dan Prabowo 21,8 persen.


Sementara hasil pertanyaan terbuka yang dirilis Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (Kedai KOPI) elektabilitas Jokowi 35,1 dan  Prabowo 12,0 persen.

Ini artinya sulit bagi Prabowo untuk tetap memaksakan diri maju di pilpres.

“Sudah sebaiknya Prabowo memikirkan kembali niatannya untuk maju pilpres. Sebaiknya memberi kesempatan kepada sosok baru yang memiliki wowfactor yang mengagetkan dan tidak diperhitungkan oleh lawan,” jelas pendiri Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (Kedai KOPI) Hendri Satrio kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (24/4).

Senada dengan itu, pengamat politik dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubaidillah Badrun menilai Prabowo bebas memilih jalan. Apalagi, mantan Danjen Kopassus itu selalu menang saat menjadi kingmaker. Seperti saat mengusung Jokowi-Ahok di Pilgub DKI 2012 dan Anies-Sandi di Pilgub DKI 2017.

"Nampaknya sangat bebas memilih jalan, menjadi capres atau kingmaker sama saja. Tentu Prabowo punya data untuk ambil keputusan. Jadi tinggal nunggu keputusan Prabowo di hari-hari terakhir pendaftaran," ujarnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (24/4).

Namun demikian, Ubaidillah menyayangkan sosok baru yang menjadi alternatif Prabowo juga belum muncul. Rata-rata, elektabilitasnya berada di bawah Prabowo.  

"Problemnya, calon lain elektabilitasnya juga jeblok di bawah Prabowo," tukasnya. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya