Berita

Foto : Kemnaker

Bambang: Revolusi Industri Akan Memunculkan Pekerjaan Baru

SELASA, 17 APRIL 2018 | 12:08 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Pekerja dan calon pekerja jangan terlalu khawatir akan hilangnya beberapa pekerjaan sebagai akibat revolusi industri 4.0.

Tergerusnya beberapa pekerjaan sejak revolusi industri 1-3, dipastikan juga akan memunculkan jenis pekerjaan baru lainnya.

Demikian disampaikan Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Kementerian Ketenagakerjaan Bambang Satrio Lelono dalam dialog interaktif Forum Merdeka Barat 9 di kantor Kementerian Komunikasi dan Informasi Jakarta, Senin (16/4).


Hadir dalam acara itu Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Deputi bidang Ekonomi Kepala Bappenas Leo Tampubolon.

Menurut Bambang, berbagai penelitian seperti Oxford , McKensie, Global Institut maupun  ILO  memang memprediksi 50 persen pekerjaan akan hilang. Tetapi perlu diketahui juga, akan muncul pekerjaan-pekerjaan yang saat ini belum ada. Jumlahnya kurang lebih 65 persen.

"Tidak perlu worry, tak perlu khawatir dengan masalah hilangnya pekerjaan. Yang perlu dilakukan adalah menyiapkan keterampilan baru  agar kita bisa menyesuaikan dengan kebutuhan atau jenis pekerjaan yang akan datang," katanya.

Bambang mencontohkan perusahaan online Tokopedia, beberapa bulan lalu jumlah merchandise-nya sebanyak 2 juta. Tapi belakangan meningkat tajam menjadi 2.7 juta merchandise.

"Ada peningkatan 80 persen, tadinya orang yang tidak bekerja dan tidak berusaha dengan teknologi online yang ada di Tokopedia ini, 1,6 juta yang tidak bekerja, menjadi bekerja," katanya.

Perkembangan teknologi, kata Bambang yang perlu diperhatikan adalah soal transformasi industrinya.

Untuk itu lanjut Bambang, setiap sektor industri harus membuat strategi transformasi. Baik industri pertanian, kimia, makanan minuman, listrik, otomotif dan sebagainya.

Menurut Bambang, pihaknya sampai saat ini terus melakukan pemetaan posisi baru sebagai bentuk antisipasi 'terbunuhnya' sejumlah pekerjaan akibat perkembangan teknologi informasi.

Pemetaan utamanya yaitu, menyangkut sektor pekerjaan yang bakal tumbuh dan menyusut 15 tahun kedepan.

Setelah pemetaan, lanjut Bambang, Kemnaker baru akan menyiapkan skill-skill baru yang dibutuhkan untuk jabatan tersebut.

"Identifikasi perubahan kompetensi yang dibutuhkan industri dengan memfasilitasi pelatihan SDM untuk pengembangan kompetensi sesuai kebutuhan industri," katanya.

Menghadapi revolusi industri 4.0, kata Bambang setidaknya ada tiga hal yang perlu dilakukan.

Pertama, kita harus punya strategi transformasi industri.

Kedua, membuat pemetaan jabatan baru. Dan ketiga, pemenuhan skill skill kompetensi baru untuk pemenuhan jabatan-jabatan baru tersebut.

Kemnaker kata Bambang, telah membuat grand design atau rencana induk pelatihan vokasi. Tahun 2018 ini kata Bambanf, Kemnaker telah memberikan pelatihan kepada 150 ribu orang.

"Jika diberi kewenangan besar, Kemnaker akan mengoptimalkan sarana dan prasarana sumberdaya yang ada untuk meningkatkan tenaga kerja baru," katanya.

Bambang juga menyoroti permasalahan tenaga kerja yang sejatinya berawal dari sektor hulu yakni pendidikan.

Selama ini kata Bambang, pendidikan belum mampu mengantarkan sepenuhnya tenaga kerja masuk dunia kerja.
 
"Kalau dari hulu-nya sudah dibenahi dengan baik, maka ke depan akan berjalan baik. Patut dipikirkan bersama, sudah seharusnya melakukan reformasi pendidikan," katanya. [dzk]

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Golkar: Jokowi Ikut Tren MBG karena Dekat dengan Dunia Warganet

Senin, 01 Juni 2026 | 13:12

Jawapos TV Tumbang, Televisi dan Radio Daerah Berguguran

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:24

UPDATE

Polda Metro Jaya Ajak Warga Manfaatkan Program Pemutihan Pajak hingga Akhir Agustus

Kamis, 04 Juni 2026 | 12:11

IIW Indonesia 2026 Dorong Investasi dan Kolaborasi Industri Global

Kamis, 04 Juni 2026 | 12:03

Indonesia dan Madagaskar Teken Dua Perjanjian Strategis

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:59

Sah! RUU P2SK Resmi Jadi UU, Purbaya Klaim Bisa Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:46

Pergantian Pimpinan BGN Harus Dibarengi Peningkatan Kualitas MBG

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:44

ICW Khawatir Ada Intervensi di Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Proses Penyidikan ke Publik

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:37

Prabowo Pernah Minta BPKP Tak Ragu Usut Orang Dekat Sebelum Dadan Ditangkap

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:25

KPK Segel Rumah Wamen Imipas Silmy Karim dan Sejumlah Lokasi Lain

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:09

Menlu Sugiono Tegaskan Indonesia Harus Gaul dengan Semua Negara

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:06

Rupiah-IHSG Ambruk, Pengamat: Pasar Lebih Percaya Data, Bukan Pidato Pemerintah

Kamis, 04 Juni 2026 | 10:51

Selengkapnya