Berita

Pengalihan arus/Net

Nusantara

Jalan Proklamasi Semakin Macet Pasca Underpass Matraman Dibuka

SENIN, 16 APRIL 2018 | 07:20 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih melakukan uji coba underpass atau terowongan bawah tanah Matraman sejak pekan lalu.

Sebagai bagian dari uji coba, polisi melakukan rekayasa dan pengalihan lalu lintas di sekitar area underpass.

Salah satu wilayah yang terkena dampak dari rekayasa lalu lintas itu adalah jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat.


Kendaraan dari arah Jatinegara yang sebelumnya dapat mengarah lurus ke arah jalan Diponegoro kini harus berbelok terlebih dulu ke jalan Penataran.

Akibatnya, di jam-jam sibuk di pagi dan sore hari, arus lalu lintas di jalan Proklamasi menjadi lebih padat. Pasalnya, jalan yang sebelumnya hanya satu arah ini kini menjadi dua arah.

Pantauan Kantor Berita Politik RMOL, pembagian jalan menggunakan barrier beton yang dipasang dari depan kantor DPP Demokrat hingga persimpangan Megaria.

Tersedia tiga lajur jalan bagi pengendara yang ingin melintas ke arah jalan Pangeran Diponegoro. Sedangkan untuk pengendara yang ingin melintas ke arah Jatinegara disediakan dua lajur.

Akibat kepadatan yang meningkat, pengendara motor dari arah Jatinegara menuju jalan Penataran hanya mampu memacu kendaraanya di bawah kecepatan 25 kilometer per jam.

Salah seorang warga yang kerap melintas di Jalan Proklamasi, Sony, menilai rekayasa lalu yang diberlakukan justru menambah kemacetan. Pasalnya, kemacetan di pagi hari tetap terjadi dan semakin parah.

Menurutnya, kemacetan di Jalan Proklamasi mulai membaik tiga hari setelah uji coba dilakukan.

"Kalau sekarang memang sudah mendingan macetnya, yang parah itu waktu awal-awal uji coba. Bus Transjakarta berhenti ngambil satu penumpang saja langsung di klakson sama motor di belakangnya," kata Sony.

Sementara itu, di halte pengumpan bus Transjakarta di seberang kantor pusat Majelis Ulama Indonesia, saat bus Transjakarta berhenti guna mengangkut penumpang, sejumlah pengendara motor di belakangnya langsung membunyikan klakson karena tidak sabar menunggu penumpang bus naik.

Seorang warga lainnya, Indra, juga mengeluhkan akibat rekayasa lalu lintas di jalan Proklamasi. Dia menilai rekayasa lalu lintas yang dilakukan tidak sesuai dengan kondisi jalanan.

Dia mengaku tidak mempermasalahkan keberadaan barrier beton yang membagi dua jalan. Hanya saja, jika rekayasa lalu lintas ini dilakukan dalam jangka panjang, dia berharap pemerintah dapat mengaspal jalan depan Tugu Proklamasi. Pasalnya, jalan yang menggunakan konblok tidak sesuai untuk dilintasi kendaraan besar seperti bus Transjakarta.

"Harusnya diaspal, jangan pakai konblok kaya sekarang. Karena yang lewat kan Kendaraan kendaraan berat, seperti bus sama truk," lanjutnya.

Harapan Ahmad pun dibenarkan oleh Panit Dikayasa lalu lintas Jakarta Pusat Iptu Surahmadi.

"Memang jalan ini (depan tugu Proklamasi) enggak cocok untuk dilalui kendaraan berat, karena masih pakai konblok, belum aspal," paparnya. [mel]

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Sandy Rio Kuahaty Nakhodai GAMKI Jakut 2026-2029

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:26

Bawaslu Dorong Transformasi Digital dari Administrasi ke Pengawasan Berbasis Risiko

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:23

Kementerian HAM Perluas Akses Pendidikan Tak Hanya untuk ASN

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:14

Reformasi Kelistrikan Penting untuk Capai Ekonomi 8 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:01

Menkop Kukuhkan Yudi Azis sebagai Rektor IKOPIN Periode 2026–2031

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:44

Bahas Keamanan hingga Lapangan Kerja

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:42

Meracik Horor Komedi di Film Ghosthing, Ini Pandangan Peter Surya Wijaya

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:41

Tanggapi Survei Celios, Gibran Janji Kerja Lebih Baik

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:35

Mantan Pj Gubernur Sulsel Bantah Cawe-cawe Pengadaan Bibit Nanas

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:31

APBD DKI 2027 Diusulkan Rp82,89 Triliun, Naik 4,18 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:20

Selengkapnya