Berita

Rizal Ramli di dalam diskusi dan dialog kebangsaan yang diselenggarakan Pimpinan Besar Pemuda Muslim Indonesia di Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (14/4)./RMOL

Politik

RR: Ekonomi Indonesia Hingga 2019 Tetap Mandek Di 5 Persen

SABTU, 14 APRIL 2018 | 22:20 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak akan banyak berubah sepanjang 2018-2019. Kebjakan super konservatif yang dibuat tim ekonomi pemerintah menjadi biang keladinya.

"Ekonomi kita dua tahun terakhir mandek di 5 persen, dan akan berlanjut kemandekan ini sampai 2019 karena kebijakan makro ekonominya sangat konservatif," ujar ekonom senior DR Rizal Ramli dalam diskusi dan dialog kebangsaan yang diselenggarakan Pimpinan Besar Pemuda Muslim Indonesia di Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (14/4).
 
Rizal melihat kebijakan perekonomian sekarang yang super konservatif adalah kebijakan ekonomi yang dibuat sekedar mengamankan pembayaran pokok dan bunga hutang yang tahun ini sebesar Rp 840 triliun.


"Dan itu sama dengan dua kali dari anggaran infrastruktur, sehingga tidak aneh ekonomi mandek di 5 persen," kata mantan Menko Ekuin era pemerintahan Gus Dur dan mantan Menko Maritim era Jokowi itu seperti dikutip daro RMOL Jabar.

Rizal mengatakan pertumbuhan ekonomi tidak akan bisa digenjot hingga dua digit jika yang diambil tetap kebijakan super konservatif dengan menggunakan pakem ekonomi neoliberal ala Bank Dunia. Rizal pun mengharapkan kebijakan ekonomi super konservatif diubah.

Rizal mengatakan di setiap kesempatan diskusi dan dialog dengan masyarakat di berbagai daerah di Indonesia, dirinya selalu menanyakan kepada masyarakat mengenai kehidupan mereka. Mereka menjawab dengan yakin kesulitan hidup tetap mereka jalani jika pemerintah tidak berubah.

"Kami khawatir dan kami tanya tadi di sini kira-kira bakal baik tidak nasib di tahun yang akan datang? Kami tanya di Sumatera Utara, Ternate, Tidore mengenai apakah rakyat di dua tahun atau tujuh tahun lagi akan lebih baik nasibnya? Mereka menjawab tidak yakin akan lebih baik," papar Rizal.

Atas realitas ini, Rizal mengingatkan pemerintah untuk mawas diri dan bisa berlapang dada melakukan intropeksi. Kalau tidak mampu memperbaiki nasib rakyat lebih baik sudahi saja. Jangan malah sibuk memoles diri agar terpilih kembali di Pilpres mendatang.

"Kecuali mampu ada kejelasan programnya, strateginya apa yang mau dilakukan kedepan. Tapi kalau nggak saya kira cukup, kasihan rakyat," pungkasnya.[dem]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya