Berita

Ilustrasi/Net

Politik

PILPRES 2019

Gatot Cawapres Favorit, TGB Paling Religius

SABTU, 14 APRIL 2018 | 21:03 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) merilis hasil survei poltik, salah satunya mengenai calon wakil presiden pada Pilpres 2019.  Hasilnya, mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo menjadi terfavorit.

"Saat ditanya diantara nama-nama berikut siapakah yang akan Anda pilih menjadi wakil presiden mendatang, hasilnya publik memilih Gatot Nurmantyo (17,5%)," kata Direktur Lembaga Survei KedaiKOPI, Vivi Zabkie, dalam keterangan kepada redaksi, Sabtu (14/4).

Survei dilakukan terhadap 1135 responden di 34 propinsi dengan margin of error plus minus 2,97% pada interval kepercayaan 95,0%. Responden adalah calon pemilih berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah dan dipilih dengan menggunakan metode multistage random sampling dan diwawancarai dengan tatap muka (home visit).


Nama Komandan Satuan Tugas Bersama Pilkada 2018 dan Pilpres 2019 Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menempati posisi kedua sebagai cawapres favori dengan 8,7%. Kemudian disusul Gubernur DKI Anies Baswedan dengan 8,6%, Gubernur NTB TGB Zainul Madji di posisi keempat dengan 6,2%, lalu mantan Ketua KPK Abraham Samad 4,1%, Kapolri Jenderal Tito Karnavian 3,9%, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar 1,7%, ekonom senior Rizal Ramli 1,1% dan nama-nama lainnya.

Saat publik diajukan pertanyaan terbuka, bila pemilihan presiden dilakukan hari ini, siapa yang akan anda pilih sebagai wakil presiden? Sebanyak 4,6% responden menyebut nama Gatot Nurmantyo. Nama lain yang menempati top of mind publik sebagai calon wakil presiden adalah  TGB Zainul Majdi (4,4%) dan Agus Harimurti Yudhoyono (4,3%).

"Ini adalah tiga nama teratas yang dipikirkan masyarakat sebagai calon walaupun sebagian besar masyarakat belum memutuskan soal calon wakil presiden ini (53,5%)," jelas Vivi.  

Lewat survei ini tergambar juga bahwa masyarakat setuju jika presiden setidaknya memiliki lima karakter ini; kompeten, jujur dan dapat dipercaya, perhatian terhadap rakyat, santun dan religius. Dengan melihat karakter ini, Vivi menjelaskan lebih lanjut, ada sejumlah nama yang dianggap mewakili.

"Selain Jokowi, Prabowo dan Gatot, maka TGB Zainul Madji masuk dalam kriteria ini," tambah Vivi.

Rata-rata dari lima karakter itu, Jokowi selalu menempati rangking pertama kecuali, kriteria religius yang predikatnya diberikan publik kepada TGB Zainul Madji.

"Publik berpendapat TGB Zainul Majdi sebagai pemimpin yang paling religius mengungguli Jokowi, Gatot, Prabowo, Abraham Samad, Agus Harimurti dan lainnya," tukas Vivi.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

UPDATE

Konflik Agraria di Program Lumbung Pangan

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:59

Riset Advokasi Harus Perjuangkan Kebutuhan Masyarakat

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:36

Hati-hati! Pelemahan Rupiah Juga Bisa Hantam Warga Desa

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:19

Kebangkitan Diplomasi Korporat di Balik Pertemuan Trump-Xi

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:59

Pemkot Semarang Gercep Tangani Banjir Tugu-Ngaliyan

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:33

TNI AD Pastikan Penanganan Insiden Panhead Cafe Berjalan Transparan

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:12

Mantan Pimpinan KPK Sebut Vonis Banding Luhur Ngawur

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:50

Jokowi-PSI Babak Belur Usai Serang JK Pakai Isu Agama

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:25

Pemkot Semarang Pastikan Penanganan Permanen di Jalan Citarum

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:10

Celios: Prabowo Kayaknya Perlu Dibriefing Ekonomi 101

Minggu, 17 Mei 2026 | 00:54

Selengkapnya