Berita

Boko Haram/Net

Dunia

UNICEF: Boko Haram Culik 1.000 Anak Sejak 2013

JUMAT, 13 APRIL 2018 | 13:44 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kelompok militan Boko Haram telah menculik lebih dari 1.000 anak di timur laut sejak 2013 lalu.

Begitu data yang dirilis oleh badan anak-anak PBB, UNICEF pada Jumat (13/4). Para militan secara teratur membawa anak-anak muda untuk menyebarkan ketakutan dan menunjukkan kekuatan.

"Anak-anak di Nigeria timur laut terus diserang pada skala yang mengejutkan," kata Mohamed Malick Fall, kepala UNICEF di Nigeria.


Badan itu mengatakan telah mendokumentasikan lebih dari 1.000 kasus terverifikasi, pertama kalinya ia mempublikasikan hitungan penghitungan. Tetapi jumlah sebenarnya bisa jauh lebih besar.

Dikatakan bahwa mereka telah mewawancarai seorang wanita muda, Khadijah, sekarang 17 tahun, yang diculik setelah serangan Boko Haram di kotanya, kemudian dikunci di sebuah ruangan, dipaksa untuk menikahi salah satu pejuang dan berulang kali diperkosa.

"Dia menjadi hamil dan sekarang tinggal dengan putranya yang masih kecil di kamp IDP (pengungsian), di mana dia berjuang untuk berintegrasi dengan wanita lain karena hambatan bahasa dan stigma sebagai 'istri Boko Haram'," sambungnya seperti dimuat Reuters.

Dalam periode yang sama, setidaknya 2.295 guru telah tewas dan lebih dari 1.400 sekolah telah hancur dalam konflik itu

Beberapa komite parlemen utama termasuk mereka yang mencari perusahaan publik dan akun dipimpin oleh anggota parlemen oposisi. [mel]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Ruang Digital Kondusif Faktor Penting Jaga Stabilitas Ekonomi dan Politik

Rabu, 05 Agustus 2026 | 04:03

Dibungkam Maung Bandung 2-1, STY Sebut Pemain Persija Belum Maksimal

Rabu, 05 Agustus 2026 | 03:43

Kuliah Koperasi untuk Feri Amsari

Rabu, 05 Agustus 2026 | 03:18

Gagasan Anti-Penjajahan Soemitro jadi Modal Bangsa Hadapi Dinamika Global

Rabu, 05 Agustus 2026 | 02:55

BRI Gelar Kick-Off BRIncubator 2026 Songsong Akselerasi UMKM Naik Kelas

Rabu, 05 Agustus 2026 | 02:33

Ziarahi Makam Bung Karno, Muzani Tegaskan Indonesia Rumah Bersama

Rabu, 05 Agustus 2026 | 02:12

Penentu Tingkat Kesuksesan suatu Negara

Rabu, 05 Agustus 2026 | 01:43

Ikan Gabus Baik untuk Ibu Pascamelahirkan, Begini Penjelasannya

Rabu, 05 Agustus 2026 | 01:17

Indonesia-Thailand Makin Mantap Jaga Kawasan Selat Malaka

Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:58

Utang Pinjol Warga RI Naik 25,88 Persen, Tembus Rp105 Triliun Hingga Juni 2026

Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:30

Selengkapnya