Berita

James Mattis/Net

Dunia

Menhan AS Belum Tahu Siapa Di Balik Serangan Kimia Di Suriah

KAMIS, 12 APRIL 2018 | 08:48 WIB | LAPORAN: MEGA SIMARMATA

RMOL.  Menteri Pertahanan Amerika Serikat James Mattis menegaskan bahwa Pemerintah Amerika Serikat belum tahu siapa yang melakukan serangan kimia ke Douma, Suriah, pada akhir pekan lalu.

Padahal Presiden Donald Trump sudah sesumbar akan mengirim rudal ke Suriah sebagai balasan atas serangan kimia yang dilakukan Pihak Presiden Bashar al Assad.

Berbicara kepada para wartawan pada hari Rabu (11/4), Mattis menegaskan bahwa sampai saat ini  Amerika Serikat dan sekutunya masih melakukan penilaian melalui intelijen tentang serangan senjata kimia yang dilakukan terhadap warga sipil Suriah akhir pekan lalu.


Menanggapi pertanyaan tentang apakah pasukan militer Amerik Serikat siap untuk melakukan serangan balasan jika diperintahkan, Mattis menekankan bahwa keputusan itu ada di tangan presiden.

"Kami siap memberikan opsi militer jika sesuai dengan yang ditentukan oleh Presiden," jelasnya.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa Rusia harus "bersiap-siap" untuk rudal yang akan ditembakkan ke sekutunya Suriah, sebagai tanggapan atas dugaan serangan kimia di kota Douma dekat Damaskus akhir pekan kemarin.

"Bersiaplah Rusia, karena mereka akan datang, baik dan baru dan 'pintar!'" kata Trump dalam cuitannya melalui aku  twitter @RealDonaldTrump.

Sementara itu pada hari Rabu kemarin, Presiden Rusia Vladimir Putin telah menelepon Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk memberi peringatan kepada Israel agar menghindari tindakan apapun yang dapat menciptakan destabilisasi kedaulatan Suriah.

Suriah dan Iran menuding Israel sebagai pihak yang harus bertanggung-jawab. [mel]

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Golkar Berduka, Putri Akbar Tandjung Wafat

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:27

Mengenal Bupati Rejang Lebong M Fikri yang Baru Terjaring OTT

Selasa, 10 Maret 2026 | 06:15

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

UPDATE

KKB dan Ancaman Nyata terhadap Kemanusiaan di Papua

Jumat, 20 Maret 2026 | 05:59

Telkom Turunkan 20 Ribu Personel Amankan Layanan Telekomunikasi

Jumat, 20 Maret 2026 | 05:40

Salat Id Sambil Menikmati Keindahan Gunung Sumbing dan Sindoro

Jumat, 20 Maret 2026 | 05:19

PKS Minta DPR dan Pemerintah Rombak APBN 2026

Jumat, 20 Maret 2026 | 04:55

Ketika Gerakan Rakyat Kehilangan Akar

Jumat, 20 Maret 2026 | 04:35

BGN Perketat Pengawasan Sisa Pangan dan Limbah MBG

Jumat, 20 Maret 2026 | 04:15

Tokoh Perempuan Dorong Polri Telusuri Dugaan Aliran Dana Asing

Jumat, 20 Maret 2026 | 03:59

Arsitek Penyelesaian Kasus HAM Masa Lalu di Timor Leste

Jumat, 20 Maret 2026 | 03:33

Pertemuan Prabowo-Megawati Panggilan Persatuan di Tengah Kemelut Global

Jumat, 20 Maret 2026 | 03:13

Pengamanan Selat Bali

Jumat, 20 Maret 2026 | 02:59

Selengkapnya