Berita

Yulia Skripal/Net

Dunia

Putri Mata-mata Rusia Dibawa Ke Lokasi Rahasia

RABU, 11 APRIL 2018 | 10:43 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Yulia Skripal, putri bekas mata-mata Rusia Sergei Skripal, yang diracun gas saraf Novichok, telah diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Kondisi kesehatan Yulia membaik setelah sebulan dirawat di rumah sakit.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (10/4), kabar kepulangan Yulia (33) dari rumah sakit diungkap­kan media Inggris, BBC.

Yulia dipulangkan dari ru­mah sakit pada Senin (9/4) tengah malam waktu setem­pat. Usai keluar rumah sakit, Yulia dibawa ke sebuah lokasi aman yang dirahasiakan.


Kantor berita Rusia, RIA, melaporkan Jumat (6/4) lalu bahwa Yulia sedang berupaya mendapatkan suaka politik di Inggris. Diketahui bahwa sebelum diracun di Inggris, Yulia tinggal di Rusia.

Yulia dan ayahnya, Skripal (66), ditemukan tak sadarkan diri di Salisbury, Inggris, pada 4 Maret lalu. Keduanya diya­kini terkena racun gas saraf jenis Novichok yang banyak dikembangkan semasa era Uni Soviet. Otoritas Inggris menyelidiki kasus ini sebagai percobaan pembunuhan.

Keduanya dilaporkan dalam kondisi kritis selama berming­gu-minggu. Hingga pekan lalu, dokter yang merawat Yulia dan ayahnya menyebut kondisi keduanya mulai membaik.

Kamis (5/4), Yulia merilis pernyataan via Kepolisian Ing­gris. Ini merupakan pernyataan publik pertamanya sejak dia terpapar racun di Inggris.

Dalam pernyataannya, Yulia menceritakan kondisi terbaru­nya dan berterima kasih kepada staf rumah sakit serta orang-orang yang membantu dirinya dan sang ayah.

"Saya terbangun lebih dari seminggu lalu dan saya lega bisa mengatakan kekuatan saya bertambah setiap hari. Saya berterima kasih atas perhatian dan banyaknya pe­san bernada positif yang saya terima," ucap Yulia dalam pernyataan yang dirilis Ke­polisian Inggris itu.

"Saya yakin Anda men­gapresiasi seluruh peristiwa yang agak samar. Dan saya harap Anda akan menghormati privasi saya dan keluarga saya selama masa pemulihan saya," pintanya. ***

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pakar HTN Sambut Baik Putusan MK Perkuat Kedudukan Hasil Audit BPK

Selasa, 21 April 2026 | 18:18

Refly Harun soal Info P21 Kasus Ijazah Jokowi: Itu Ngarang!

Selasa, 21 April 2026 | 18:17

Efek Domino MBG, Pendapatan Petani Naik 60 Persen

Selasa, 21 April 2026 | 18:13

Hadiah Hari Kartini: Pengesahan UU PPRT Lindungi Pahlawan Domestik

Selasa, 21 April 2026 | 18:04

Staf PBNU Mangkir dari Panggilan, KPK Siap Jadwal Ulang

Selasa, 21 April 2026 | 17:52

RUU PPRT Disahkan DPR Bukti Perempuan Hadir di Parlemen

Selasa, 21 April 2026 | 17:43

Peringati Hari Kartini, KPP: Perempuan Harus Aktif dari Suara ke Aksi

Selasa, 21 April 2026 | 17:42

Huawei Rilis Pura 90 Series, Ini Spesifikasi, Fitur Kamera, dan Harganya

Selasa, 21 April 2026 | 17:16

Staf Orang Kepercayaan Maidi Dicecar KPK soal Penampungan Dana CSR

Selasa, 21 April 2026 | 17:13

13 WNI Jadi Korban Kebakaran 1.000 Rumah Apung di Malaysia

Selasa, 21 April 2026 | 17:10

Selengkapnya