Berita

Sharif Ahmad bersama Direktur Utama PT. GDTC Majestic Agro Jessica Ade dan Komisaris PT. GDTC Majestic Agro Habe Hanafi/Net

Bisnis

Penuhi Pasokan Gula Grup GDTC Investasi Di Indonesia

SELASA, 10 APRIL 2018 | 18:22 WIB | LAPORAN:

PT. GDTC Majestic Agro Industri menanamkan investasi untuk membangun perkebunan tebu yang terintegrasi dengan peternakan sapi potong seluas 20.000 ha di Nusa Tenggara Timur kabupaten Timor Tengah Utara.

Tidak tangung-tanggung, perusahaan di bawah naungan GDTC Grup ini mengelontorkan modal sebesar USD800 juta untuk perkebunan tebu yang diproyeksikan akan panen pertama dalam dua tahun kedepan. Saat ini masih dalam tahap perbibitan.

Chairman GDTC Investments, HEH Sharif Ahmad Bin Zuhir Bin Mohammad Bin Jaber Al Natour menjelaskan ketertarikan dirinya berinvestasi di Indonesia karena ada peluang dalam industri gula nasional.


Hal tersebut didasari ada kesenjangan antara kebutuhan dalam negeri dengan ketersedian pasokan gula tiap tahunnya.

Menurutnya tahun lalu total konsumsi gula Indonesia itu sekitar 5,7 juta kg sedangkan pasokan dalam negeri hanya ada sekitar 3,5 juta ton.

"Alhasil harus mengimpor gula sebesar 2,2 juta ton," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (3/4).

GDTC memperkirakan untuk tahun ini kebutuhan gula Indonesia akan meningkat 25 persen atau sekitar 7,1 juta ton. Jumlah tersebut dibagi menjadi dua sektor, gula untuk konsumsi langsung sebesar 3,5 juta ton sedangkan gula untuk industri sebesar 3,6 juta ton.

Dengan mempertimbangkan kesenjangan tersebut dan stimulasi dari pemerintah yang terbuka untuk PMA bagi Industri gula, Sharif Ahmad mau menanamkan investasi di dalam negeri untuk pengembangan perkebunan tebu sekaligus pabrik gula.

PT. GDTC Majestic Agro Industri akan memiliki dua unit pabrik yang berdiri di atas lahan seluas 99 ha. Pabrik tersebut akan beroperasi selama 200 hari dengan kapasitas 6.000 TCD.

Sementara perkebunan tebu seluas 20.000 ha diperkirakan akan menghasilkan gula 600 ton per hari atau sekitar 110.000 per tahun.

"Rata-rata rendemen yang dihasilkan oleh perkebunan tebu di Indonesia itu sekitar 5 hingga 6persen. Tapi rendemen perkebunan kami akan berada di atas 10 persen, salah satunya adalah karena kami menggunakan teknologi mutakhir," ujar Sharif Ahmad.

Lebih lanjut Sharif Ahmad menjelaskan GDTC Majestic Agro Industri tidak hanya akan memproduksi gula tebu saja. Ia menginginkan unit bisnis yang terintegrasi dengan azas keberlanjutan dan perekonomian rakyat.

GDTC Majestic Agro Industri pun akan mengembangkan agar dua unit pabrik gula tersebut dapat menghasilkan listrik sebesar 35MW per hari dari hasil pengompresan uap panas hasil pembakaran bagasse (Co-Generation of Electricity). Selain itu, hasil listrik sebesar 25 mw berencana dijual kepada PLN atau masyarakat sekitar for sale to PT PLN or other users locally.

Pabrik tersebut juga akan menghasilkan 60.000 liter ethanol per hari dari hasil penyulingan tebu agar bisa dicampur dengan bensin sebagai Biofuel. Terakhir, sisa-sisa hasil batang tebu akan diolah menjadi pupuk mikrobiologis atau biofertilizer.

"Jadi banyak hal yang tersubtitusi dengan keberadaan pabrik kami. Listrik dan bahan bakar tanpa batu bara. Motto GDTC grup adalah zero waste, green, clean, dan sustainable. Tidak ada sisa sampah yang tidak berguna dari area industri gula kami nanti. Kami akan memaksimalkannya sampai akhir," ungkapnya. [nes]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Potongan Ojol 8 Persen Belum Jalan, Menaker: Nanti Ya...

Senin, 22 Juni 2026 | 20:22

OTT Bea Cukai Belum Ungkap Pengendali Sistem Impor

Senin, 22 Juni 2026 | 19:50

Pertamina Bantu Pedagang Kuliner Jakarta Fair dengan Bright Gas

Senin, 22 Juni 2026 | 19:48

Keterlambatan RKAB Biang Krisis Batu Bara

Senin, 22 Juni 2026 | 19:42

Kejari Jaksel Ungkap Alasan Tidak Menahan Roy Suryo dan Dokter Tifa

Senin, 22 Juni 2026 | 19:32

PM Inggris Keir Starmer Resmi Mundur, Andy Burnham Siap Gantikan

Senin, 22 Juni 2026 | 19:20

Kritik Sejumlah Parpol untuk PDIP Bentuk Loyalitas ke Prabowo

Senin, 22 Juni 2026 | 19:16

Geruduk Kantor Gubernur, Ribuan Relawan Minta MBG Dilanjutkan

Senin, 22 Juni 2026 | 19:15

Penahanan Ditangguhkan, Dokter Tifa: Alhamdulillah Bisa Pulang

Senin, 22 Juni 2026 | 19:09

Sinopsis House of the Dragon Season 3, Perang Targaryen Kian Brutal,

Senin, 22 Juni 2026 | 19:05

Selengkapnya