Berita

Nusantara

BPK Diminta Audit Kunker Politisi Kebon Sirih

SELASA, 10 APRIL 2018 | 16:58 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) diminta melakukan audit investigatif terhadap kunjungan kerja DPRD DKI. Disinyalir kegiatan tersebut menjadi lahan korupsi.

"Rawan manipulasi anggaran. Audit juga perlu dilakukan terhadap penggunaan dana studi banding dan reses ," kata Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar), Sugiyanto, Selasa (10/4).

Anggaran untuk kunjungan kerja anggota DPRD DKI pada RAPBD 2018 sebesar Rp 107,7 miliar, naik dari tahun lalu sebesar Rp 28,7 miliar. Dipersoalkan soal koefsien pengali. Jumlah orang yang ikut studi banding dan kunker tahun 2018 masing-masing sebanyak 7.752 orang sementara anggota DPRD DKI hanya 106 orang.


Sgy, demikian Sugiyanto disapa, mengatakan kunker dan studi banding oleh politisi Kebon Sirih cuma pemborosan duit rakyat dan menjadi ironi karena tidak berimbas pada kinerja. Selain itu kunker dewan selama ini tidak berbasis kebutuhan.

"Bahkan seolah dipaksakan atau hanya memanfaatkan kesempatan untuk roadshow ke daerah. Misalnya saja, DPRD DKI berkunjung ke Kota Makassar itu bisa dipersepsikan salah alamat. Bagaimana mereka studi ke Makassar yang hanya DPRD Kota. Sementara DKI adalah provinsi yabg berstatus otonomi khusus pula. Atau ada juga yang ke Raja Ampat," papar Sugiyanto.


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya