Berita

Energi Terbarukan/Reuters

Dunia

Apple Pastikan 100 Persen Fasilitasnya Gunakan Energi Terbarukan

SELASA, 10 APRIL 2018 | 08:17 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Rakasa teknologi Amerika Serikat Apple awal pekan ini memastikan bahwa pihak perusahaan telah mencapai tujuannya untuk membuat semua fasilitas perusahaan dipasok dengan energi terbarukan.

Energi terbarukan ini mencakup semua pusat data, kantor dan toko ritel di 43 negara.

Pembuat iPhone itu juga mengatakan sembilan pemasok baru-baru ini berkomitmen untuk menjalankan operasi mereka sepenuhnya pada sumber energi terbarukan seperti angin dan matahari, membawa ke 23 jumlah total untuk membuat janji seperti itu.


Perusahaan-perusahaan besar Amerika Serikat seperti Apple, Wal-Mart Inc (WMT.N) dan Alphabet Inc (GOOGL.O) telah menjadi beberapa pembeli energi terbarukan terbesar di negara itu, mendorong pertumbuhan substansial di industri angin dan matahari.

Google Alphabet tahun lalu membeli energi terbarukan yang cukup untuk menutupi semua konsumsi listriknya di seluruh dunia.

Biaya untuk solar dan angin jatuh berkat kemajuan teknologi dan peningkatan produksi panel dan turbin global, memungkinkan perusahaan yang ingin menghijaukan gambar mereka untuk membeli daya bersih dengan harga yang kompetitif.

"Kami tidak menghabiskan lebih dari yang seharusnya," kata Lisa Jackson, wakil presiden Apple untuk lingkungan, kebijakan, dan prakarsa sosial, mengatakan dalam sebuah wawancara.

"Kami melihat manfaat dari pasar energi bersih yang semakin kompetitif," sambungnya seperti dimuat Reuters.

Proyek-proyek energi terbarukan yang menyediakan daya untuk berbagai fasilitas Apple berkisar dari ladang angin besar di Amerika Serikat hingga kumpulan ratusan sistem surya di atap di Jepang dan Singapura. Perusahaan juga telah mendesak perusahaan untuk membeli energi terbarukan untuk membantu menjalankan operasi Apple. [mel]

Populer

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

UPDATE

Gubernur Fakhiri Raih Golden Leader Award JMSI

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:02

1.000 Siswa Yatim Piatu Pemegang KJP Ikuti Try Out Gratis

Rabu, 11 Februari 2026 | 23:30

Pemerintah Timor Leste Didorong Kembali Aktifkan Pas Lintas Batas

Rabu, 11 Februari 2026 | 23:13

DKI Kunci Stok Beras dan Telur, Harga Dijaga Tetap Stabil

Rabu, 11 Februari 2026 | 23:00

Ilusi Swasembada Pangan Kementan

Rabu, 11 Februari 2026 | 22:45

RI Siap Borong Minyak AS Senilai Rp252 Triliun Pekan Depan

Rabu, 11 Februari 2026 | 22:28

Kembali Diperiksa BPK, Gus Yaqut Sampaikan Klarifikasi Hingga Konfrontasi

Rabu, 11 Februari 2026 | 22:13

Ulama Penjaga Optimisme dan Keteguhan Batin Rakyat Aceh

Rabu, 11 Februari 2026 | 22:04

Diperiksa di Mapolresta Solo, Jokowi Beberkan Kisah Perkuliahan Hingga Skripsi

Rabu, 11 Februari 2026 | 21:50

NU Harus Bisa Menjawab Tantangan Zaman di Abad Kedua Perjalanan

Rabu, 11 Februari 2026 | 21:38

Selengkapnya