Berita

Foto: Net

Bisnis

Penugasan Blok Terminasi Rugikan Pertamina Dan Ganggu Investasi

SENIN, 09 APRIL 2018 | 14:52 WIB | LAPORAN:

Penugasan yang diberikan pemerintah kepada PT Pertamina (Persero) untuk mengelola blok minyak dan gas bumi (migas) yang habis masa kontraknya dinilai masih perlu dikaji lagi.

Hal ini untuk menghindari kerugian pada Pertamina dan Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS).

Direktur Eksektutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa menyarankan agar pemerintah mengkaji kembali efektivitas kebijakan yang baru dibuatnya tersebut.


"Tujuan awal menjadikan Pertamina operator Blok Terminasi itu agar ada produksi yang konstan. Produksi seperti ini tentu harus dibarengi dengan injeksi kapital," kata Fabby.

Namun masalahnya blok tersebut dinilai oleh perusahaan tidak menarik dari sisi ekonomi. Iklim investasi perlu dirancang agar menarik kembali.

"Kalau blok itu dinilai tidak ekonomis lalu dibebankan semuanya ke Pertamina, ini kan bahaya. Maka kapital dia bisa habis," kata Fabby.

Lebih jauh dia menyebut kondisi baru-baru ini adalah hilangnya nama China National Offshore Oil Corporation (CNOOC) dan PT Saka Energi Indonesia dalam daftar pemegang hak partisipasi (PI) anyar blok Southeast Sumatra (SES) yang akan habis kontraknya tahun ini.

Ia mengatakan, tidak bisa dipastikan Pertamina menjaga tingkat produksi blok migas yang dialihkan hak operatornya.

Fabby mencontohkan, hal tersebut terjadi pada 2011 lalu saat blok West Madura Offshore (WMO) diambil alih PT Pertamina Hulu Energi (PHE) dari CNOOC dan Kodeco. Ketika itu produksi minyak WMO anjlok dari rata-rata 14 ribu barel per hari (bph) menjadi hanya 1.200 bph.

Padahal tahun itu, APBN berharap bisa mendapatkan uang hasil lifting sebanyak 20 ribu bph dari WMO. Sampai Oktober 2017 lalu tercatat, produksi minyak WMO baru menyentuh angka 7.500 bph.

"WMO itu contohnya yang diambil alih PHE jebloknya sampai dua tahun baru produksinya bisa naik. Itu risiko yang seharusnya diperhatikan pemerintah," kata Fabby.

Saran dia, sebaiknya pemerintah melelang ulang blok-blok migas terminasi sehingga semua perusahaan bisa bersaing memperebutkannya berdasarkan asas keekonomian. Negara menurut dia perlu menguatkan Pertamina jika ingin menambah tugas pada perusahaan pelat merah tersebut.

"Jangan semuanya harus dikerjakan oleh BUMN karena investasi swasta masih diperlukan, tujuannya untuk membagi risiko karena industri migas ini high risk, high capital, makanya dalam hal ini risikonya jangan dikasih ke Pertamina semua," tegas Fabby.[wid]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Potongan Ojol 8 Persen Belum Jalan, Menaker: Nanti Ya...

Senin, 22 Juni 2026 | 20:22

OTT Bea Cukai Belum Ungkap Pengendali Sistem Impor

Senin, 22 Juni 2026 | 19:50

Pertamina Bantu Pedagang Kuliner Jakarta Fair dengan Bright Gas

Senin, 22 Juni 2026 | 19:48

Keterlambatan RKAB Biang Krisis Batu Bara

Senin, 22 Juni 2026 | 19:42

Kejari Jaksel Ungkap Alasan Tidak Menahan Roy Suryo dan Dokter Tifa

Senin, 22 Juni 2026 | 19:32

PM Inggris Keir Starmer Resmi Mundur, Andy Burnham Siap Gantikan

Senin, 22 Juni 2026 | 19:20

Kritik Sejumlah Parpol untuk PDIP Bentuk Loyalitas ke Prabowo

Senin, 22 Juni 2026 | 19:16

Geruduk Kantor Gubernur, Ribuan Relawan Minta MBG Dilanjutkan

Senin, 22 Juni 2026 | 19:15

Penahanan Ditangguhkan, Dokter Tifa: Alhamdulillah Bisa Pulang

Senin, 22 Juni 2026 | 19:09

Sinopsis House of the Dragon Season 3, Perang Targaryen Kian Brutal,

Senin, 22 Juni 2026 | 19:05

Selengkapnya