Berita

Fahri Hamzah/RMOL

Politik

Pidato Kaos 2019 Ganti Presiden Jokowi Menyesatkan

MINGGU, 08 APRIL 2018 | 19:30 WIB | LAPORAN:

. Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai isi pidato Presiden Jokowi menarik untuk dikaji. Pasalnya, Jokowi banyak menggunakan terminologi atau konsep yang tidak ada dalam realitas atau data-datanya salah.

"Akibatnya presiden dianggap orang-orang tidak memahami realitas," kata Fahri Hamzah dalam pesan singkat, sesaat lalu, Minggu (8/4).

Pidato menyoal kaos "2019 Ganti Presiden" dalam acara acara Konvensi Nasional 2018 kelompok relawan di Puri Begawan, Kota Bogor, Jawa Barat, kemarin, salah satu pidato yang dikritik Fahri Hamzah.  Pidato itu ujarnya misleading alias menyesatkan. Jokowi mengatakan kaos tidak bisa menggantikan presiden.


"Soal kaos bagian kecil dari misleading dari pidato presiden," kata Fahri Hamzah.

Pihaknya mengaku tidak tahu siapa yang membuat pidato presiden tersebut. Sebab pidato presiden biasanya terkonsep.

Pidato Jokowi kata dia lagi, tidak melayani kepentingan publik, terutama terkait banyaknya persoalan penting dari masa depan infrastruktur. Kemudian soal utang negara yang disinggung Jokowi dalam pidatonya. Kemudian soal tugas pemimpin dalam memberikan keyakinan dan keberanian yang justru selama ini tidak nampak dari presiden.

"Sebab presiden sering kali bergelut dengan tema-tema  yang mencemaskan dan  tentu ini perlu pembahasan dan kajian yang menarik," ujar Fahri Hamzah.[dem]


Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya