Berita

Joko Widodo di arena GK Jokowi/Net

Politik

Cara Jokowi Menghitung Utang Pakai Rumus Matematika Dari Mana?

MINGGU, 08 APRIL 2018 | 07:55 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Presiden Joko Widodo mengatakan, saat dirinya dilantik sebagai presiden tahun 2014 lalu, jumlah utang negara sudah mencapai angka Rp 2.700 triliun, dan wajib membayar bunga sebesar Rp 250 triliun setiap tahun.

Hal itu disampaikan Jokowi saat berbicara di Konvensi Nasional Galang Kemajuan di Ballroom Puri Begawan, Bogor, Sabtu (7/4).

Tapi, tanya Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono, setelah empat tahun berjalan, mengapa jumlah utang negara malah bengkak menjadi Rp 4.800 triliun?


"Rumus matematika dari mana ya?" sambungnya.

Menurut Arief Poyuono, melihat jumlah utang saat ini Jokowi terlihat tidak mampu membayar angsuran dan pokok utang negara. Atau, jangan jangan utang dibayar utang.

Dia  juga mengatakan, Jokowi terlihat emosional dan tidak mau mengkoreksi diri. Juga, banyak jawaban yang tidak masuk akal.

Misalnya soal proyek pembangkit listrik yang direncanakan berkapasitas 35.000 Megawatt. Sudah tiga tahun dari 948 MW yang sudah commercial operation date (COD) alias beroperasi.

"Artinya baru 2,7 persen yang terealisasi selama tiga tahun dalam proyek infrastruktur listrik," tambah Arief.

Dia juga menyoroti infrastruktur jalan tol yang ditargetkan sepanjang 1.900 km. Tetapi sudah mau empat tahun, sepanjang 50 km saja belum ada yang selesai. [dem]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya