Berita

Suriah/Net

Dunia

Pentagon Pastikan Kebijakan Lawan ISIS Di Suriah Tidak Berubah

JUMAT, 06 APRIL 2018 | 14:30 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kebijakan militer Amerika Serikat untuk memerangi kelompok militan ISIS di Suriah tetap sama dan tidak berubah.

Hal itu ditegaskan oleh Pentagon dalam sebuah keterangan resmi pekan ini.

Menurut salah satu sumber pejabat yang dikutip Reuters, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku setuju dalam pertemuan Dewan Keamanan Nasional pekan ini untuk tetap mempertahankan pasukan Amerika Serikat di Suriah sedikit lebih lama untuk mengalahkan ISIS.


Trump ingin memastikan militan ISIS dikalahkan. Dia juga ingin negara-negara lain di kawasan itu dan PBB untuk meningkatkan dan membantu menyediakan stabilitas di Suriah.

"Kami selalu berpikir bahwa ketika kami mencapai final melawan ISIS di Suriah kami akan menyesuaikan tingkat kehadiran kami di sana, sehingga dalam arti tidak ada yang benar-benar berubah," kata Letnan Jenderal Kelautan Kenneth McKenzie, direktur Staf Gabungan, mengatakan pada briefing Pentagon.

McKenzie mengatakan Trump belum memberikan garis waktu militer AS.

"Salah satu hal yang belum kami berikan adalah waktu dan itu sangat efektif. Presiden sebenarnya sangat baik karena tidak memberi kami garis waktu tertentu," kata McKenzie.

Amerika Serikat sedang melakukan serangan udara di Suriah dan telah mengerahkan sekitar 2.000 pasukan di darat, termasuk pasukan operasi khusus yang sarannya telah membantu milisi Kurdi dan pejuang lainnya yang didukung AS menangkap wilayah dari Negara Islam, juga dikenal sebagai ISIS.

Pentagon dan Departemen Luar Negeri telah mengatakan upaya jangka panjang AS akan diperlukan untuk memastikan bahwa kekalahan Negara Islam adalah yang abadi. [mel]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya