Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Ini Teori Akhir Dunia Versi Fisikawan Harvard

KAMIS, 05 APRIL 2018 | 11:02 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sebuah studi baru dari Harvard University menunjukkan bahwa dunia ditakdirkan untuk berakhir dengan cara yang sama seperti ketika dimulai, yakni dengan big bang.

Sejaun ini, teori-teori tentang bagaimana planet bumi pada akhirnya akan menemui kehancurian beragam, mulai dari perang nuklir hingga tabrakan meteor bencana atau lambat laun memudar menjadi kegelapan.

Namun, menurut penelitian terbaru oleh para ahli di Harvard University, yang diterbitkan dalam jurnal Physical Review D, semua yang diperlukan adalah destabilisasi dari satu partikel yang dianggap memberikan semua materi massanya, Higgs boson.


"Tak satu pun dari kami diharapkan mencapai final akhir, sekitar 11 triliun tahun lagi, berdasarkan prediksi tim," tulis para ahli di jurnal tersebut seperti dimuat Russia Today.

Ketika destabilisasi merugikan itu terjadi, dunia akan meledak menjadi gelembung energi yang sangat menguap dan, jelas, akan menghancurkan segala sesuatu di alam semesta.

Apa yang sedikit memprihatinkan adalah bahwa para fisikawan mengatakan prosesnya sudah bisa dimulai. Kecuali seseorang atau sesuatu berhasil menemukan "Partikel Tuhan" yang sukar dipahami di alam semesta kita yang tak terbatas, kita tidak akan pernah tahu kapan akhir zaman sudah dekat. [mel]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya