Berita

Febri Diansyah/Net

Hukum

Penahanan Bupati Jombang Diperpanjang 30 Hari

RABU, 04 APRIL 2018 | 17:41 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan Bupati Jombang (nonaktif) Nyono Suharli Wihandoko (NSW).

Nyono yang menjadi tersangka kasus suap jasa pelayanan kesehatan atau dana kapitasi dari 34 Puskesmas di Jombang ini akan kembali ditahan selama 30 hari ke depan guna merampungkan berkas pemeriksaan miliknya.

"Terhadap NSW, Bupati Jombang dilakukan perpanjangan penahanan selama 30 hari terhitung 5 April hingga 4 Mei 2018," ujar Jurubicara KPK, Febri Diansyah kepada wartawan melalui pesan singkat, Rabu (4/4).


Nyono pagi ini datang ke gedung KPK dengan mengenakan kemeja batik lengan pendek yang ditutup rompi oranye. Dia datang pada pukul 09.31 WIB bersamaan dengan tersangka kasus korupsi pengadaan proyek KTP elektronik, Irvanto Hendra Pambudi. Nyono keluar Gedung KPK pada pukul 11.14 WIB.

NSW yang merupakan pengusaha yang juga berprofesi sebagai petani tebu itu pernah menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Jombang periode 2008-2013 dari partai Golkar. Nyono tertangkap tangan di Stasiun Balapan Solo dan sudah menggunakan uang sebesar Rp 50 juta dari Rp 275 juta yang telah diterimanya dari Inna Sulistyowati untuk membayar iklan demi kepentingan Pilkada 2018.

Nyono disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau huruf b atau pasal 11 UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001. [ian]

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

UPDATE

Swiss Tantang Argentina Usai Singkirkan Kolombia Lewat Drama Adu Penalti

Rabu, 08 Juli 2026 | 05:45

Kemesraan Prabowo-Modi

Rabu, 08 Juli 2026 | 05:30

Khayal Seorang Revolusioner

Rabu, 08 Juli 2026 | 05:15

Pengalaman Demokrasi India jadi Inspirasi Penting Indonesia

Rabu, 08 Juli 2026 | 04:53

Sikap Tegas Rektor Untan Jalankan Statuta Universitas Tuai Apresiasi

Rabu, 08 Juli 2026 | 04:23

Belajar dari Koperasi Pertanian Jepang

Rabu, 08 Juli 2026 | 03:58

Prabowo: Saya adalah Pengagum Pribadi Shri Narendra Modi

Rabu, 08 Juli 2026 | 03:31

Kisah Seorang Anak Buruh Harian Lepas

Rabu, 08 Juli 2026 | 03:13

Bahayakan Nyawa Banyak Orang, DPR Desak Polisi Berantas Maling Besi

Rabu, 08 Juli 2026 | 02:59

Tinjau TPA Jatiwaringin

Rabu, 08 Juli 2026 | 02:39

Selengkapnya