Berita

Foto/Net

Bisnis

Pengusaha Keluhin Banyak Pungutan Di Pelabuhan...

Biaya Logistik Masih Mahal
RABU, 04 APRIL 2018 | 09:19 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pengusaha mengapresiasi keberhasilan pemerintah memangkas waktu bongkar muat (dwelling time) di pelabuhan. Namun, pengusaha masih mengeluhkan masihnya banyaknya pungutan di pelabuhan yang menyebabkan biaya logistik masih membengkak.

"Mengenai pungutan lain, me­mang Kemenhub (Kementerian Perhubungan) sudah membasmi. Tapi, anggota kami masih banyak yang mengeluhkan pungutan di pelabuhan," beber Ketua Umum Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) An­thon Sihombing di acara diskusi "Dwelling Time: Meningkatkan atau Menurunkan Biaya Logis­tik?" di Jakarta, kemarin.

Satu per satu masalah di­ungkapkan Anthon. Pertama, biaya pelabuhan masih tinggi. Dia menyebut sampai saat ini, biaya logistik Indonesia masih bertengger di puncak klasemen Asia. Peringkat itu bisa lebih baik, jika operator (Pelabuhan Indonesia/Pelindo) tidak meraup untung dalam jumlah besar.


Dia mengatakan, biaya logistik Vietnam, Filipina, dan Malaysia masih jauh lebih murah ketim­bang Indoensia. Bahkan menurut data Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), biaya logistik di dalam negeri mencapai 25-30 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), dari idealnya 15-17 persen dari PDB.

Kedua, soal jaminan kontain­er. Anthon heran Pelindo masih ngebet ikut campur dalam uru­san ini. Padahal banyak surveyor independen di dalam negeri. "Menilai kerusakan itu, bukan seseorang yang menentukan terus biaya langsung dipotong. Kan negara kita mau maju, di dunia luar sudah tidak ada lagi yang seperti itu," cetusnya.

Ketiga, administrasi kon­tainer jalur merah mencapai 7-8 hari. Dia menyebut, dengan 7 hari, pemilik barang dikenakan denda storage pelabuhan 900 persen. Padahal barang sep­erti alat kesehatan atau makanan perlu mendapat izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Kementerian Kes­ehatan. Sedangkan kepabeanan sudah baik karena melimpahkan tugasnya ke Sucofindo.

Anthon menegaskan, tidak ada pengusaha yang mau rugi dengan menumpuk terlalu lama barang di pelabuhan. Dia juga tidak membantah jika ada pen­gusaha yang sengaja menyimpan barang di pelabuhan.

Sementara itu Ketua Umum Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Yukki Nu­grahawan Hanafi memprediksi biaya logistik Indonesia bisa turun sampai 19 persen di tahun 2019. Akan tetapi jika hanya mengandalkan yang sudah ada saat ini dengan pembangunan infrastruktur, paling bagus biaya logistik cuma bisa 21 persen.

Tinjau Langsung


Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, di beberapa negara, dwelling time memang tidak melulu ber­banding lurus dengan efisiensi biaya di pelabuhan. Meski begitu, pihaknya ingin mempertahankan dwelling time tiga hari dan men­gungkap biang keladi biaya logistik masih tinggi.

"Ada yang harus dielabo­rasi lagi. Satu, berkaitan dengan masih ada barang overstay lebih dari tiga hari dengan satu motif yang belum kita tentukan. Kamis saya ke sana, disinyalir banyak tempat bisa dipakai lebih murah ketika dwelling time selesai," tutur pria yang akrab disapa BKS.

Selain itu, dia juga akan me­nelusuri penyebab biaya mahal. BKS bahkan menginstruksikan Pelindo membuat harga khusus kepada kapal besar dengan diberlakukannya tarif progresif, dan akan dipertimbangkan kem­bali jika tarif masih kemahalan.

"Karenanya ke depan kami akan finalisasi. Misalnya temuan kurang transparan dan lainnya mengenai overstay, harga yang mahal. Kalau minimal tiga hal ini kita selesaikan, pasti hal yang berkaitan dengan problem akan berkurang,"  imbuhnya. ***

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Potongan Ojol 8 Persen Belum Jalan, Menaker: Nanti Ya...

Senin, 22 Juni 2026 | 20:22

OTT Bea Cukai Belum Ungkap Pengendali Sistem Impor

Senin, 22 Juni 2026 | 19:50

Pertamina Bantu Pedagang Kuliner Jakarta Fair dengan Bright Gas

Senin, 22 Juni 2026 | 19:48

Keterlambatan RKAB Biang Krisis Batu Bara

Senin, 22 Juni 2026 | 19:42

Kejari Jaksel Ungkap Alasan Tidak Menahan Roy Suryo dan Dokter Tifa

Senin, 22 Juni 2026 | 19:32

PM Inggris Keir Starmer Resmi Mundur, Andy Burnham Siap Gantikan

Senin, 22 Juni 2026 | 19:20

Kritik Sejumlah Parpol untuk PDIP Bentuk Loyalitas ke Prabowo

Senin, 22 Juni 2026 | 19:16

Geruduk Kantor Gubernur, Ribuan Relawan Minta MBG Dilanjutkan

Senin, 22 Juni 2026 | 19:15

Penahanan Ditangguhkan, Dokter Tifa: Alhamdulillah Bisa Pulang

Senin, 22 Juni 2026 | 19:09

Sinopsis House of the Dragon Season 3, Perang Targaryen Kian Brutal,

Senin, 22 Juni 2026 | 19:05

Selengkapnya