Berita

Sukmawati Soekarnoputri dan Puti Guntur Sukarno/Net

Politik

Tak Bersuara Ketika Rachma Ditangkap Polisi, Guntur Ingin Selamatkan Karier Anaknya di Jawa Timur?

SELASA, 03 APRIL 2018 | 22:50 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Guntur Soekarnoputra, anak sulung Bung Karno, telah buka mulut menjelaskan puisi yang ditulis dan dibacakan adiknya, Sukmawati Soekarnoputri.

Guntur menegaskan bahwa puisi Sukmawati yang menyinggung perasaan banyak umat Muslim adalah sikap pribadi. Sama sekali tidak mencerminkan sikap keluarga Bung Karno.

"Sebagai anak tertua, saya saksi hidup, bahwa seluruh anak Soekarno dididik oleh Bung Karno dan ibu Fatmawati Sukarno sesuai ajaran Islam," kata Guntur.


Penjelasan Guntur yang beredar di jejaring media sosial itu memancing  dugaan bahwa dirinya tengah berusaha menyelamatkan karier anak perempuannya, Puti Pramathana Puspa Seruni Paundrianagari Guntur Soekarno Putri,  yang saat ini sedang mengikuti pilkada di Jawa Timur.

Dalam pilkada di Jawa Timur, Puti mendampingi Saifullah Yusuf. Pasangan ini didukung oleh empat partai politik, PDI Perjuangan, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Gerindra.

Jawa Timur dikenal sebagai salah satu kantung pemilih muslim besar di Indonesia. Puisi yang ditulis dan dibacakan Sukma dikhawatirkan bisa mengganggu dan memperkecil peluang pasangan Saifullah Yusuf dan Puti Guntur.

Dugaan ini muncul manakala sikap Guntur kali ini dibandingkan dengan sikapnya saat adiknya yang lain, Rachmawati Soekanoputri ditangkap polisi dengan tuduhan makar bulan Desember 2016 lalu.

Ketika itu, Guntur diam seribu bahasa. [dem]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya