Berita

Prabowo Subianto/Net

Politik

Gerindra Berpeluang Borong Pileg Dan Pilpres 2019

SELASA, 03 APRIL 2018 | 14:32 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Peluang Partai Gerindra memenangkan Pileg dan Pilpres 2019 terbuka lebar. Syaratnya partai berlambang kepala burung garuda itu mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden.

"Prabowo sedang mencapai tahun keemasannya. Dengan semua yang dimiliki Gerindra hari ini, peluang mendapatkan dua kemenangan sekaligus: kursi presiden dan kursi mayoritas di parlemen, jelas di depan mata," kata Direktur Institute for Transformation Studies (Intrans) Andi Saiful Haq dalam pesan elektronik yang diterima redaksi, Selasa (3/4).

Andi Saiful mengatakan setelah dua kali maju sebagai kontestan dalam pilpres, Prabowo tidak menang tapi juga tidak sepenuhnya kalah. Prabowo yang mendampingi Megawati Soekarnoputri sebagai cawapres pada pilpres 2009 kalah dari SBY-Boediono. Namun Gerindra sebagai partai pendatang baru ketika itu berhasil mendapat dukungan 4,46 persen suara dengan perolehan 26 kursi di DPR.


Lima tahun kemudian, saat Pemilu 2014, kekuatan Gerindra berlipat. Prabowo yang saat itu menggandeng Hatta Rajasa harus menelan kekalahan dari pasangan Jokowi-Jusuf Kalla yang unggul dengan 53,15 persen. Meski hanya mendapat 46,85 persen suara di Pilpres namun di Pileg, Gerindra mampu memastikan posisi ketiga dengan perolehan suara 11,81 persen suara dan 73 kursi DPR. Terpaut tipis dari Partai Golkar yang berada di posisi kedua dengan suara 14,75 persen.

Kondisi berbeda justru terjadi di kubu koalisi pendukung Jokowi. Pemilih Jokowi belum tentu suka pada PDIP. Mereka punya alternatif lain yakni Hanura, Nasdem, PKB, ditambah dua pendatang baru Perindo dan PSI. Suara tidak akan terakumulasi di PDIP.

"Logika bahwa melawan Jokowi sebagai incumbent berat, tidak beralasan. Beban Jokowi justru semakin berat terutama dalam menjaga ekspektasi publik yang begitu tinggi kepadanya. Kesalahan kecil bisa berakibat fatal di tahun terakhir pemerintahannya," kata dia.

Belum lagi kata dia, konflik sedang menimpa Golkar. Otomatis tinggal PDIP yang menjadi pesaing utama Gerindra. Sementara, sebagai partai oposisi selama 10 tahun, Gerindra akan mudah mengakumulasi ketidakpuasan terhadap pemerintahan Jokowi. katanya.

"Prabowo adalah center of gravity Partai Gerindra. Tanpa Prabowo Subianto di depan pasukan, moralitas tempur dan mesin politik Gerindra akan kehilangan emosi tempur. Jadi, mencalonkan figur lain sangat beresiko kekalahan di dua medan tempur sekaligus. Presiden tak didapat, kursi parlemen tidak signifikan," tukas Andi Saiful Haq. [rus]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Analisis di Balik Penerimaan Eksepsi Dokter Tifa

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:52

Legislator PDIP Desak Pemerintah Benahi Infrastruktur Hulu Migas

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:34

Panglima TNI: Perang Narasi Salah Satu Ancaman Paling Berbahaya Saat Ini

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:17

PABPDSI Kawal Program Nasional Hingga ke Desa Lewat 8 Satgas Asta Cita

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:55

MBG dan Peluang Besar Bangun Ekonomi Desa

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:30

Pemerintah Buka Opsi Biayai Utang Proyek Whoosh Pakai Panda Bond

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:05

Korupsi Pakan Satwa Rp10,2 Miliar, DPR Minta Eks Dirut KBS Dihukum Berat

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:45

Lulus S2 Hukum, Mikael Saragih Ungkap PR Hukum Indonesia Tak Lagi soal Kekurangan UU

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:37

BEM Kristiani Se-Indonesia Desak Kejagung Segera Tangkap Febrie Adriansyah

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:16

Polri dan FBI Sepakat Perkuat Kerja Sama Penanganan Kejahatan Transnasional

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:03

Selengkapnya