Berita

Bambang Haryo/Net

Nusantara

Komisi V Minta Kemenhub Segera Terbitkan Penlok Bandara Bali Utara

SELASA, 03 APRIL 2018 | 12:03 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Anggota Komisi V DPR RI Bambang Haryo meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) segera menerbitkan penetapan lokasi (penlok) Bandara Bali Utara. Selain karena faktor alam, perekonomian Bali akan terangkat jika bandara ini segera dibangun.

Bambang kurang setuju dengan rencana pembesaran Bandara Ngurah Rai. Sebab di selatan Bali, terdapat garis patahan Asia-Australia yang sewaktu-waktu mengguncang dan merusak sarana dan prasarana bandara.

"Ada tiga patahan di Jawa Bali, dan salah satu yang terbesar itu di selatan Bali. Maka waktu itu saya usulkan ke Kemenhub dan Angkasa Pura I untuk membangun bandara di utara, yang direncanakan di Buleleng," ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (3/4).


Menurut Bambang, pembangunan bandara di utara Bali sangat potensial. Pertama, daerah utara Bali lebih aman dari gempa ketimbang selatan karena dilindungi Gunung Agung. Kedua, jika terjadi letusan, biasanya sangat dipengaruhi arah angin, timur ke selatan atau barat ke utara.

Dengan dua bandara, Bambang menyebut salah satunya bisa dijadikan alternatif jika terjadi erupsi Gunung Agung. Pasalnya, bandara di Pulau Dewata harus selalu terjaga karena kebanyakan pelancong berasal dari mancanegara, dan Bali sering menjadi tempat event-event internasional.

Ketiga, lalu lintas di selatan Bali terlampau padat. Legislator Gerindra itu mendesak, pembangunan Bandara Bali Utara segera direalisasikan untuk menyeimbangkan pembangunan Bali selatan dan utara. Berdasarkan data yang ada, terdapat 41 ribu keluarga miskin di Bali utara.

"Kemenhub seharusnya sudah menentukan penlok, karena ini sudah direncanakan dari zamannya Pak Harto. Pesan saya ke Menhub atau Kabinet Jokowi, jangan dulu mengerjakan yang tidak prioritas," imbuhnya.

Bambang juga menilai, pembangunan Bandara Bali Utara bisa diintegrasikan dengan pelabuhan yang erat kaitannya dengan logistik. Alhasil, truk-truk bisa dialihkan lewat utara dan volume jalan di selatan Bali bisa terurai.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menegaskan, Bandara Internasional Bali Utara segera dibangun. Luhut juga mengatakan bandara tersebut akan dibangun di darat. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya