Berita

Pendukung Puigdemont/Net

Global

Eks Pimpinan Catalunya Angkat Bicara Setelah Ditangkap Jerman

SENIN, 02 APRIL 2018 | 14:11 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Mantan pemimpin Catalunya Carles Puigdemont, mendesak para pendukungnya untuk mempertahankan perjuangan saat dia menghadapi ekstradisi dari Jerman atas perannya dalam referendum kemerdekaan di kawasan itu.

Diketahui bahwa Puigdemont diincar Spanyol karena hasutan dan pemberontakan. Puigdemont berbicara untuk pertama kalinya sejak ditahan atas surat perintah penangkapan Eropa.

Dia mengatakan kepada pendukung Spanyol untuk bertindak dengan cara yang semakin "otoriter".


Para pendukung kemerdekaan telah berbaris di Berlin untuk menuntut pembebasannya.

Hakim Jerman memiliki waktu 60 hari untuk mempertimbangkan permintaan ekstradisi.

Dia berbicara dalam pesan audio yang direkam oleh Diether Dehm, seorang anggota parlemen Jerman dari partai Due Linke yang berhaluan kiri, yang telah mengunjunginya di penjara di kota utara Neumünster.

"Sebagai pesan saya ingin mengatakan bahwa kita harus terus maju, kita harus terus berjalan seperti kita, membela hak-hak kita, hak yang diakui oleh PBB karena kita memiliki hak penuh untuk memutuskan masa depan kita," kata Puigdemont.

"Kita tidak dapat menurunkan kewaspadaan sebelum sebuah negara yang menjadi semakin otoriter dan yang membatasi hak-hak kami. Mari kita terus melakukan hal-hal seperti yang kita lakukan, yang tanpa kekerasan dan beradab seperti yang telah kita tunjukkan pada dunia dalam beberapa tahun terakhir," tegasnya seperti dimuat BBC. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Diam-diam Nusron Wahid Datang ke KPK Tanpa Penjadwalan Pemeriksaan

Rabu, 04 November 2026 | 10:26

Harga Minyak Dunia Turun ke 103 Dolar AS

Rabu, 04 November 2026 | 10:17

Skandal Listyo Sigit jadi Pintu Masuk Seret Jokowi-Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 10:13

Kapolri Terlama yang Sukses Tanam Jagung jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Mahfud MD: Gila!

Rabu, 04 November 2026 | 09:51

Laporan Keuangan Danantara Ditarget Rampung November 2026

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

PT Djarum Bayar Cukai Tak Semestinya, Negara Rugi Triliunan Rupiah

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

Prabowo Saja Bisa Disadap Apalagi Rakyat Jelata

Rabu, 04 November 2026 | 09:41

Perkuat Hilirisasi, NTB Berpeluang Jadi Sentra Industri Kelapa

Rabu, 04 November 2026 | 09:33

Listyo Sigit Lakukan Kejahatan Paling Jahat

Rabu, 04 November 2026 | 09:30

IHSG Merah, Mayoritas Saham Berguguran

Rabu, 04 November 2026 | 09:20

Selengkapnya