Berita

Gatot Nurmantyo/RMOL

Politik

Purna Tugas Per Hari Ini, Gatot Ingin Fokus Dulu Bersama Keluarga

MINGGU, 01 APRIL 2018 | 08:35 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo telah resmi memasuki masa purna tugas per hari ini, Minggu (1/4).

Gatot mengaku bersyukur lantaran dirinya berkesempatan mengabdikan diri untuk TNI sejak 1982 hingga pensiun.

"Puji syukur, Alhamdulillah saya panjatkan kehadirat Allah SWT bahwa saya telah menjalankan rangkaian tugas sebagai seorang prajurit TNI Angkatan Darat sejak awal pengabdian saya pada tahun 1982 hingga tahun ini," kata Gatot dalam keterangan tertulisnya,.


Gatot menegaskan bahwa menanggalkan atribut ketentaraan bukan berarti dirinya menganggur. Ia tetap akan mengabdikan diri demi masa depan yang lebih baik bagi negara dan bangsa Indonesia.

"Mengabdi kepada nusa dan bangsa tak selalu berarti harus memanggul senjata, dan mulai hari ini saya memiliki hak dan kewajiban yang sama sebagai anak bangsa, anggota masyarakat sipil dan warga negara RI lainnya. Termasuk, untuk memiliki hak memilih, juga hak dipilih saat pemilu mendatang," tegasnya.

"Hal tersebut saya tunjukkan juga sebagai suri tauladan bagi tentara aktif untuk tidak berpolitik praktis sebelum memasuki purna tugas," imbuhnya.   

Di masa purna tugas ini, sementara ini dirinya ingin fokus dulu mencurahkan waktu untuk keluarga.

"Bagi saya dapat menunaikan tugas terakhir menjadi Panglima TNI sudah membuat bersyukur dan saya tak akan pernah berhenti memanjatkan syukur kepada Tuhan YME, Allah SWT yang menurut saya merupakan satu-satunya sumber kekuatan dan penunjuk arah dalam menjalankan semua tugas ketentaraan," tegas Gatot.

Ia juga tak lupa menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat dan khususnya jajaran TNI AD yang selama ini telah memberikan dukungan berupa apapun, termasuk berupa kritik yang konstruktif.

"Terimakasih kepada Presiden RI Bapak Joko Widodo dan mantan Presiden RI bapak Sosilo Bambang Yudhoyono sebagai pimpinan yang baik dan memberi kepercayaan kepada saya," kata Gatot.

Presiden Jokowi yang melantik Gatot sebagai Panglima TNI pada 2015, menggantikan Jenderal Moeldoko yang memasuki masa pensiun. Sedangkan SBY adalah Presiden RI sebelum Jokowi yang melantik Gatot Nurmantyo sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat.

Awal karir di militernya ditempuh dengan berbagai posisi di antaranya Komandan Peleton MO. 81 Kompi Bantuan Batalyon Infanteri 315/Garuda; Komandan Kompi Senapan B Batalyon Infanteri 320/Badak Putih; Komandan Kompi Senapan C Batalyon Infanteri 310/Kidang Kancana; Kepala Urusan Dalam Detasemen Latihan Tempur; ADC Panglima Kodam III/Siliwangi; PS Kepala Seksi-2/Operasi Korem 174/Anim Ti Waninggap; Komandan Batalyon Infanteri 731/Kabaresi; Komandan Kodim 1707/Merauke; Komandan Kodim 1701/Jayapura; Sekretaris Pribadi Wakil Kepala Staf Angkatan Darat; Komandan Brigade Infanteri 1/PIK Jaya Sakti; Asisten Operasi Kepala Staf Kodam Jaya; Komandan Resimen Induk Daerah Militer Jaya.

Selanjutnya, Gatot juga menjabat di beberapa posisi penting kemiliteran.
Di antaranya Danrem 061/Suryakencana (2006-2007), Kasdivif 2/Kostrad (2007-2008), Dirlat Kodiklatad (2008-2009), Gubernur Akmil (2009-2010), Pangdam V/Brawijaya (2010-2011), Dankodiklat TNI AD (2011-2013), Pangkostrad (2013-2014), Kepala Staf TNI Angkatan Darat (2014-2015), dan Panglima Tentara Nasional Indonesia (2015-2017) serta Pati Mabes TNI AD (2017-2018) terakhir sebelum ia purna tugas.[wid]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya