Berita

Foto: Derap

Politik

Selasa, Istana Dikepung Aksi Tabur Garam

MINGGU, 01 APRIL 2018 | 07:51 WIB | LAPORAN:

Jaringan aktivis Merdeka Seratus Persen (Derap) menyerukan aksi tabur garam di depan Istana, Jakarta Pusat.

"PP No. 9/2018 telah mengusik rasa nasionalisme, rasa kejujuran dan rasa keadilan maka Derap turun aksi hari Selasa (3 April)," ujar Jurubicara Derap, Amos Hutauruk dalam keterangannya yang diterima redaksi, Minggu (2/4).

PP No. 9/2018 dimaksud tentang Tata Cara Pengendalian Impor Komoditas Perikanan dan Pergaraman.


Dalam PP ini ditegaskan, persetujuan impor komoditas perikanan dan komoditas pergaraman diterbitkan oleh menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang perdagangan untuk bahan baku dan bahan penolong industri sesuai rekomendasi menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang perindustrian setelah memenuhi persyaratan administratif sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Menurut dia, kekisruhan angka kuota impor garam telah menimbulkan kecurigaan publik. Derap menduga munculnya kuota angka 3,7 juta ton sangat sarat manipulatif.

"Kami kuat menduga, Airlangga menggunakan jabatannya sebagai calo kepentingan para mafia garam untuk menggolkan kuota impor 3,7 juta ton itu (garam), " ujarnya.

Maka dari itu Derap mengusulkan data kebutuhan garam nasional harus dibentuk tim independen pendataan kebutuhan garam nasional sebagai solusi yang adil untuk menyelesaikan perseteruan antara data Menteri Perindustrian dengan  Kementerian Kelautan dan Perikanan.

"Kami menuntut Presiden memerintahkan pendataan ulang kembali kebutuhan garam nasional dengan membentuk tim independen agar fair," tegasnya.

Aksi tabur garam yang diinisiasi oleh Derap juga akan diikuti oleh kalangan aktivis '98.

"Rakyat tidak boleh diam ketika ada kebohongan dan sudah tugas angkatan 98 untuk sampaikan ke presiden kalau kerja menterinya tidak benar," pungkasnya.[wid]


Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya