Berita

Prabowo Subianto/Net

Politik

Fadli Zon Yakin "Putin" Bakal Bawa Kebangkitan RI

MINGGU, 01 APRIL 2018 | 03:25 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kicauan Wakil Ketua DPR Fadli Zon pada Jumat (30/3) sempat menuai dan pro kontra. Pasalnya, dalam kicauan itu Fadli menyebut bahwa Indonesia membutuhkan pemimpin seperti Presiden Rusia Vladimir Putin yang tidak banyak utang dan tidak plonga-plongo.

“Kalau ingin bangkit dan jaya, RI butuh pemimpin seperti Vladimir Putin: berani, viosioner, cerdas, berwibawa nggak banyak ngutang, nggak plonga-plongo,” jelasnya dalam kicauan itu

Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amany menilai bahwa pernyataan Fadli tersebut telah menyudutkan Presiden Joko Widodo sebagai kepala negara, meski di satu sisi Fadli tidak spesifik menyebut nama Jokowi.


"Pada dasarnya adalah penghinaan yang sama sekali tidak pantas," ujar Tsamara.

Ia juga mempersoalkan tentang perbandingan pemimpin yang dipakai oleh Fadli. Sebab Fadli membandingkan pemimpin RI dengan Putin.

Menjawab sejumlah hal yang dipermasalahkan PSI itu, Fadli Zon menguraikan bahwa sosok karakter positif Putinmemang sangat dibutuhkan saat ini. Keberhasilan Putin membawa kebangkitan Rusia, seharusnya menjadi inspirasi bagi calon pemimpin bangsa ini.

"Dulu Rusia sangat terpuruk. Saat Boris Yeltsin menyerahkan jabatan presiden ke Putin, dia menyampaikan kira-kira orang ini yang membawa kembali kejayaan ke Rusia. Di era Putin luar biasa, termasuk penguasaan kembali aset-aset untuk kepentingan nasional mereka," papar Fadli kepada wartawan Sabtu (31/3).

Selain penjelasan itu, wakil ketua umum Gerindra itu juga menyebut bahwa Putin yang dia maksud bisa juga singkatan dari Prabowo Subianto Untuk Indonesia (Putin). Dia yakin “Putin” yang satu ini bisa membawa kebangkitan juga bagi NKRI.

"Putin bisa juga singkatan dari  Prabowo Subianto Untuk Indonesia (Putin). Insya Allah, membawa kebangkitan RI, bukan kebangkrutan," ujar Fadli dalam kicauannya, Sabtu (31/3) malam. [ian]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya