Berita

SYL/Net

Politik

Oposisi Harus Ikut Sehatkan Demokrasi

MINGGU, 01 APRIL 2018 | 02:59 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Partai politik yang menjadi oposisi pemerintah harus turut memberikan kontribusi dalam menyehatkan demokrasi. Artinya, kritik yang dilontarkan berdasarkan dengan data dan fakta, sehingga perdebatan yang muncul menjadi substansial.

"Jadi perdebatannya substansial. Jangan cuma cebang-cebong atau melontarkan tudingan tanpa fakta dan data kuat," ujar kata Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (31/3).

SYL menjelaskan bahwa oposisi memang bertugas mengkritik kebijakan pemerintah yang dirasa salah. Namun demikian, oposisi juga bertanggung jawab memastikan kritiknya tidak sembarangan dilontarkan.


"Pemerintah dan oposisi seharusnya bekerja dengan cara masing-masing untuk kesejahteraan bangsa. Bukan sekadar membuat kegaduhan dengan pernyataan-pernyataan yang tidak substansial," kata politisi yang baru menyebrang dari Golkar ke Nasdem itu.

Dia kemudian membandingkan perdebatan antara oposisi dan pemerintah di berbagai negara maju. Perdebatan itu, sambungnya, bahkan dibawa pihak oposisi dalam sebuah artikel di jurnal ilmiah untuk menguatkan argumen kritik yang dilontarkan.

"Sementara saat debat-debat publik, pemerintah dan oposisi saling menunjukkan data pendukung pendapat dan kebijakan masing-masing," lanjutnya.

"Jadi kerja oposisi itu kerja politik dan politik yang baik diarahkan untuk melayani kepentingan warga. Bukan sekadar melayani nafsu berkuasa," tukas Syahrul. [ian]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya