Berita

Fadli Zon/Net

Politik

PSI Desak Fadli Zon Jelaskan Maksud “Pemimpin Plonga-Plongo”

MINGGU, 01 APRIL 2018 | 01:15 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mendesak Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon untuk mengungkap nama pemimpin yang disebutnya plonga-plongo dalam kicauan di Twitter pada Jumat (30/3) lalu.

Ketua DPP PSI Tsamara Amany mengaku dirinya belum puas dengan jawaban yang diberikan oleh Wasekjen DPP Gerindra Andre Rosiade. Andre menyebut yang dimaksud Fadli Zon dalam kicauan itu adalah seputar kewibawaan sosok Presiden Rusia, Vladimir Putin.

"Jadi kan bang Fadli itu komentarnya bahwa Putin pemimpin cerdas, berwibawa nggak banyak utang dan nggak planga plongo, yang dimaksud beliau adalah itu sifat-sifat yang positifnya Putin," kata Andre kepada wartawan, Sabtu (31/3).


Bagi Tsamara, pernyataan Andre itu belum menjawab tentang siapa yang dimaksud Fadli Zon sebagai pemimpin plonga-plongo. Jika kemudian yang dimaksud Fadli Zon bukan Jokowi, maka seharusnya wakil ketua umum DPP Partai Gerindra itu berani menjelaskan pemimpin 'planga plongo' itu.

"Gini ajalah, Pak Fadli kan orang yang berani, terus siapa pemimpin 'planga plongo' yang dimaksud? Siapa, saya yakin Pak Fadli berani mengungkap siapa yang dimaksud oleh beliau. Siapa sih yang 'planga plongo' itu," “ katanya sebagaimana keterangan tertulis yang diterima redaksi, Sabtu (31/3).

Lebih lanjut, Tsamara juga mempertanyakan mengenai sikap Fadli yang kagum pada Putin. Sebab, Putin merupakan pemimpin yang tidak layak  memimpin sebuah negara demokrasi, seperti Indonesia.

"Putin terkenal membiarkan korupsi yang terorganisir. Membungkam oposisi dengan cara yang kejam. Kita ini negara demokrasi," tegasnya.

Dalam kicauan Jumat lalu, Fadli menyebut bahwa Indonesia membutuhkan pemimpin seperti Presiden Rusia Vladimir Putin.

"Bukan pemimpin yang banyak ngutang, enggak planga plongo," bunyi kicaunya. [ian]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya