Berita

Hary Tanoe/Net

Politik

Didorong Jadi Cawapres Jokowi, HT: Kalau Saya Gampang

SABTU, 31 MARET 2018 | 20:27 WIB | LAPORAN:

Ketua Umum Partai Perindo, Harry Tanoesoedibjo enggan menanggapi lebih jauh soal dorongan dari kader partai yang dipimpinnya untuk menjadikan dirinya sebagai calon wakil presiden, mendampingi petahana, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam Pilpres tahun 2019 nanti.

Menurut pria yang akrab disapa HT ini, usulan semacam itu merupakan hak yang sangat lumrah.

"Kalau mengusulkan boleh-boleh saja. Saya rasa kita enggak perlu berbicara seperti itu," katanya saat ditemui di Kantor DPP Partai Perindo, Jalan Pangeran Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (31/3).


Bagi dia, Indonesia saat ini membutuhkan sebuah perubahan konkret. Sosok cawapres harus mampu membantu Jokowi dalam membawa perubahan itu. Perubahan konkret yang dimaksud adalah membuat kebijakan yang tepat agar masyarakat menjadi maju dan lebih banyak lagi menciptakan kelompok produktif.

"Jangan kita hanya tergantung pada kelompok itu-itu saja," tekan HT.

Dijelaskannya, dengan jumlah penduduk yang makin banyak akibat pertumbuhan yang makin pesat, pemerintah harus mampu menciptakan lapangan kerja yang besar. Bahkan jauh lebih besar daripada pertumbuhan penduduk itu sendiri.

"Sebab kita sekarang ini makin tumbuh penduduknya, lapangan kerja masih dibutuhkan sangat besar. Artinya lapangan kerja harus diciptakan oleh kelompok baru, tidak bisa diciptakan oleh kelompok itu-itu saja. Saya punya karyawan 40 ribu, pasti ada batasnya. Setiap organisasi kan dia pasti punya limitasi dimana dia bisa tumbuh," jelasnya.

Dipertegas soal dirinya jadi cawapres Jokowi, HT jawab diplomatis.

"Kalau saya gampang. Saya ingin Indonesia maju. Saya ini prajurit, apa saja untuk kemajuan bangsa Indonesia," demikian boss MNC Group ini. [sam]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya