Berita

Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB)/Net

Politik

Kader Demokrat Mulai Ngerem Komentar Soal TGB

SABTU, 31 MARET 2018 | 04:59 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Polemik keberadaan buzzer jahat yang diduga milik Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB) dan rekam jejak TGB di Partai Demokrat masih menjadi kontroversi yang belum terjawab.

Belakangan di media sosial banyak yang mempertanyakan posisi TGB sebagai Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat, pasalnya sebelum di Demokrat TGB sempat menjadi kader PBB. Isu dugaan buzzer jahat juga jadi topik pembicaraan media sosial.

Terkait Hal ini, kader Demokrat di Senayan memilih menjawab pertanyaan lain dibanding soal polemik tersebut. Semisal Dede Yusuf, Ketua Komisi IX DPR RI Fraksi Partai Demokrat yang enggan menjelaskan terkait fenomena buzzer jahat dan rekam jejak TGB. Ia mengaku tidak mengerti soal itu.


"Saya enggak ngerti soal TGB. Jangan tanya saya," kata Dede Yusuf saat ditemui, Jumat (30/3).

Sejurus dengan Dede, Muslim juga menghindari pertanyaan soal TGB. Ia menilai masalah tersebut terlalu sensitif unutk dibicarakan.

"Aduuuh, masalah TGB ini terlalu sensitif, tanya soal lain saja," kata wakil rakyat dari Dapil Aceh II itu.

Di kesempatan yang berbeda, Juru Bicara Partai Demokrat Ferdinand Hatahaean angkat bicara mengenai sikap kader Demokrat Senayan yang enggan dikonfirmasi terkait fenomena TGB.

Menurutnya, seluruh kader partai termasuk yang duduk di DPR/MPR sepakat untuk tidak mengomentari isu TGB. Untuk isu lain Ferdinand mempersilahkan untuk bertanya.

Namun soal TGB Ferdinand kembali mengingatkan untuk sementara waktu kader Partai Demokrat tidak dapat berkomentar. Begitu juga soal dorongan pendukung TGB yang meminta Gubernur Nusa Tenggara Barat itu diusung partai sebagai Capres/Cawapres serta peluang Partai Gerindra yang ingin memasangkan TGB dengan Prabowo Subianto di Pilpres 2019.

"Kita sudah bersepakat untuk tidak mengomentari isu TGB. Jadi silahkan isu yang lain saja, untuk TGB kami tidak berkomentar dulu," kata Ferdinand saat dihubungi.  [nes]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya